x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Korban Tewas Warga Sipil Iran Akibat Serangan Israel Capai 224 Jiwa, 1.500 Lainnya Luka-Luka

WARTALENTERA-Korban tewas akibat serangan Israel ke Iran hingga Minggu (15/6/2025) malam mencapai 224 orang, hampir 1.500 orang lainnya luka. Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Iran menyatakan, angka tersebut merupakan data yang dikumpulkan sejak Israel pertama kali menyerang Iran melalui Operasi Rising Lion pada Jumat (13/6/2025) dini hari.

"65 jam setelah dimulainya agresi Israel, 1.481 orang terluka atau tewas, 1.277 di antaranya dirawat di rumah sakit," kata Juru Bicara Kemenkes Iran, Hossein Kermanpour, dalam pernyataan di media sosial X, melansir Sputnik, Senin (16/6/2025). Dari jumlah korban luka, lanjutnya, sebanyak 522 orang telah dipulangkan dari rumah sakit.

Di antara korban tewas terdapat 224 perempuan, pria lanjut usia, dan anak-anak. Ia juga menambahkan, dari total korban tewas 90 persennya adalah warga sipil karena Israel menargetkan serangan ke permukiman.

Israel Target Kematian Ayatollah Ali Khamenei

Sementara itu, Presiden AS (Amerika Serikat) Donald Trump dilaporkan menolak rencana Iran membunuh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Seorang sumber pejabat AS mengatakan kepada Associated Press (AP), dikutip Senin (16/6/2025), Trump mem-veto usulan itu karena mengkhawatirkan dampaknya.

Menurut sumber tersebut, Israel terus membujuk pemerintahan Trump dalam beberapa hari terakhir mengenai rencana itu bahwa mereka telah mengembangkan rencana yang kredibel untuk melenyapkan Khamenei. Setelah mendapat pengarahan mengenai rencana tersebut, Gedung Putih menjelaskan kepada pejabat Israel bahwa Trump menentang tindakan tersebut.

Pemerintahan Trump, kata dia, sangat ingin mencegah operasi militer Israel yang bertujuan untuk memenggal program nuklir Iran agar tidak meledak menjadi konflik lebih luas. Selain itu rencana membunuh Khamenei merupakan langkah yang hanya akan mengobarkan konflik dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

Iran sebelumnya membantah bahwa AS tak terlibat dalam serangan ke wilayahnya. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, punya bukti keterlibatan AS secara langsung dalam menyerang wilayahnya.

Serangan Israel terhadap Iran, kata dia, tidak mungkin terjadi tanpa persetujuan dan bantuan AS. "Kami memiliki bukti yang terdokumentasikan dengan baik dan kuat tentang bantuan yang diberikan pasukan Amerika di kawasan dan pangkalan mereka untuk serangan militer rezim Zionis," kata Araghchi.

Ia menambahkan, meski menolak keterkaitan AS, Presiden Trump secara terbuka dan terang-terangan mengonfirmasi bahwa negaranya mengetahui tentang serangan tersebut. Serangan itu juga tidak mungkin terjadi tanpa bantuan senjata dan peralatan AS. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu