x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

China dan Belanda Lirik Mega Proyek GSW, Siap Kucurkan Dana Jumbo

Editor :

WARTALENTERA-China dan Belanda lirik mega proyek GSW (Giant Sea Wall). Selain itu, ada juga calon investor dari Korsel, Jepang, dan beberapa negara di Eropa yang menyatakan minat untuk ambil bagian dalam pendanaan GSW.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. Ia menyebut, mereka para calon investor dari beberapa negara telah menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek pembangunan tanggul laut raksasa yang diprediksi menelan dana jumbo itu.

"Iya, sudah berdatangan sebetulnya kepada kami pada saat international conference kemarin maupun di kesempatan-kesempatan sebelumnya. Dari China misalnya, Korea Selatan, kemudian ada Jepang. Selain itu, ada juga dari Belanda dan negara-negara Eropa lainnya," kata AHY dalam acara Kick-Off Misi Ekonomi Belanda ke Indonesia di Jakarta, dikutip Selasa (17/6/2025).

Khusus untuk Belanda, AHY menyebut mereka sebenarnya telah melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) terkait proyek ini pada 2020 lalu. Ia menuturkan, Pemerintah Indonesia kini akan kembali menindaklanjuti hasil studi tersebut dengan melakukan dialog bersama dengan Belanda.

Pembicaraan mencakup pembaruan kajian kelayakan, diskusi teknis, hingga rencana bantuan teknologi yang akan diberikan. AHY melanjutkan, Belanda memiliki tantangan geografis yang serupa dengan Indonesia sehingga membuat Negeri Kincir Angina itu terus berinovasi terkait teknologi tanggul laut raksasa.

"Disini kami akan terus membuka komunikasi dan kerja sama yang saling menguntungkan. Kami juga menjembataninya dengan project facilitation office, melalui itu nanti kami akan mendengarkan masukan-masukan dari pihak Belanda dan juga sebaliknya," bebernya.

AHY melanjutkan, pemerintah akan terus mendorong skema pembiayaan kreatif (creative financing) dalam proyek giant sea wall. Hal tersebut mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk merampungkan keseluruhan proyek ini.

"Mengingat panjangnya pantai utara Jawa itu sekitar 500 kilometer, dari perhitungan awal kita untuk Jakarta saja itu sekitar USD8 miliar atau sekitar Rp120 triliun. Sementara,(biaya proyek) keseluruhan itu bisa mencapai USD80 miliar," rinci putra sulung SBY itu.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, proyek pembangunan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) di pesisir utara Jawa bakal berjalan. Dody mengatakan, proyek Giant Sea Wall akan membentang dari Cilegon, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

"Proyek ini membuka pintu untuk investasi panjang dan ketahanan iklim yang terintegrasi," sebutnya. Menurutnya, pembangunan GSW itu diperlukan untuk melindungi kawasan pantai utara Jawa.

"Kami sedang membangun program Giant Sea Wall yang membentang dari Cilegon ke Gresik, Jawa Timur, untuk melindungi kawasan laut utara Jawa," imbuhnya. (sic)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.