x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pernyataan G7 soal Nuklir Iran Dinilai Cerminkan Arogansi Global

Editor :

WARTALENTERA – Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menilai bahwa pernyataan bersama negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yang menegaskan Iran tidak akan pernah boleh memiliki senjata nuklir merupakan bentuk sikap arogan dari negara-negara adidaya tersebut.

"Sikap ini berpangkal pada arogansi negara-negara G7 agar mereka tetap memegang kendali atas segala permasalahan keamanan dunia, termasuk mengatur siapa saja yang dihalalkan dan diharamkan memiliki nuklir baik untuk tujuan damai maupun kemiliteran," kata Reza saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Menurut Reza, pandangan G7 mencerminkan ketidakpercayaan terhadap negara-negara di luar kelompok tersebut yang dianggap tidak stabil, potensial berseberangan secara politik, dan menimbulkan ancaman di masa depan.

"Jika sebuah negara dianggap bersahabat dan dapat diatur oleh mereka, maka negara tersebut diperkenankan membangun fasilitas nuklir selama memenuhi kriteria NPT, IAEA, dan persyaratan khusus yang dibuat G7," ujarnya.

Ia mencontohkan situasi Iran saat masih dipimpin oleh Syah Iran. Ketika itu, Iran menjadi sekutu Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara G7 lainnya, sehingga diberi keleluasaan membangun fasilitas nuklir.

Namun situasi berubah drastis saat kepemimpinan Iran jatuh ke tangan Ayatollah Khomeini, yang membuat negara itu menjadi musuh besar G7 dan akhirnya dikucilkan serta dilarang memiliki fasilitas nuklir, meskipun hanya untuk tujuan damai.

Sebelumnya, para pemimpin negara G7 yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan bersama usai pertemuan di Kanada pada Senin (16/6/2025), mereka juga menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan dan teror di kawasan Timur Tengah. (kom)

Berita Terbaru
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.