x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Lampung Potensial jadi Episentrum Keuangan Syariah di Sumatera

Editor :

WARTALENTERA-Lampung potensial jadi episentrum keuangan syariah di Sumatera. Sebab, UMKM di Lampung didominasi oleh produsen makanan halal dan fashion muslimah.

Momentum Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI) pada 21–25 Juni kemarin, dimanfaatkan sebagai ajang penguatan ekosistem syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Festival tahunan yang berlangsung di Lampung City Mall ini melibatkan ratusan pelaku usaha syariah, komunitas halal, akademisi, serta tokoh lintas sektor.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto menyatakan, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya relevan secara religius, tetapi juga secara ekonomi. "Ekonomi dan keuangan syariah merupakan sistem yang inklusif, berkelanjutan, dan menyejahterakan. Ini bukan hanya milik umat Islam, tapi terbuka untuk semua,” ujar Bimo dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis (26/6/2025).

Bimo menjelaskan, jenis usaha ekonomi syariah yang paling menonjol di Lampung adalah UMKM yang bergerak di bidang makanan-minuman halal serta fashion muslim. Ia menekankan bahwa produk halal bukan sekadar label.

Produk makanan dan minuman itu tidak hanya harus bersertifikasi halal, tapi merupakan bagian dari ekosistem. "Dari hulu sampai hilir, semua harus memperhatikan kaidah halal, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan,” imbaunya.

Ia menambahkan, pentingnya konsep halalan thayyiban dalam praktik usaha syariah, yakni produk tidak hanya halal secara hukum, tetapi juga baik dan sehat untuk dikonsumsi. "Jadi nggak cuma halalnya, tapi juga baik dan sehat untuk dikonsumsi, tidak membahayakan kesehatan konsumen. Demikian pula dengan yang fashion, prinsipnya juga mengikuti kaidah syariah,” terangnya.

Sektor lain yang mulai berkembang adalah pariwisata ramah muslim. Namun, ia mengingatkan pentingnya pendekatan branding agar tidak terkesan eksklusif. "Kalau kita menyebut wisata halal, itu sering kali disalahpahami. Terkesan eksklusif dan akhirnya justru kunjungan wisatawan turun. Padahal konsep syariah itu universal, tidak membatasi siapa pun untuk menikmati,” imbuhnya.

Istilah "pariwisata ramah muslim" dinilai lebih inklusif, dengan konsep tempat wisata tetap terbuka bagi semua, namun menyediakan fasilitas pendukung ibadah, makanan halal, dan ruang aman bagi umat Muslim.

"Jika ada makanan yang tidak halal, itu ada tandanya. Dengan begitu, umat Muslim merasa tenang, dan non-Muslim pun tetap nyaman,” lanjutnya.

BI Lampung mendorong penguatan ekonomi syariah melalui tiga pilar utama, penguatan ekosistem halal khususnya dukungan bagi UMKM, penguatan sektor keuangan syariah baik komersial maupun sosial, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah. "Tanpa kesadaran dan pemahaman masyarakat, pengembangan ekonomi syariah akan berjalan kurang efektif. Oleh karena itu, edukasi, literasi, dan komunikasi yang terbuka harus terus digencarkan,” sarannya. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.