x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

BPTJ Kembali Gelar Bimbingan Teknis Pengereman di Turunan pada Angkutan Barang

Editor :

WARTALENTERA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kembali menggelar bimbingan teknis pengereman di turunan pada angkutan barang. Bimbingan teknis pengereman ini diperlukan sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di turunan khususnya pada angkutan barang.

Bimbingan teknis pengereman yang diselenggarakan pada 18-19 November 2024 di Lido Lake Resort ini merupakan pelatihan untuk angkatan kedua dan ketiga. Pada September lalu, BPTJ telah menyelenggarakan kegiatan serupa untuk angkatan pertama bagi pengemudi angkutan penumpang (bus).

Sebanyak 44 pengemudi dari 25 perusahaan operator angkutan barang di Jabodetabek mengikuti bimbingan teknis pengereman ini. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan BPTJ sejak 2021 yang bertujuan membekali pengemudi dengan pengetahuan dan keterampilan pengereman yang berkeselamatan.

PLT. Direktur Angkutan BPTJ, Solihin Purwantara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek ini sangat diperlukan untuk menurunkan tingkat kecelakaan yang sebagian besar terjadi karena disebabkan rem blong (brake fading)

Ia juga menambahkan, penguasaan teknik pengereman juga menjadi bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) yang wajib diterapkan oleh operator angkutan barang dan penumpang.

"Apa yang kami lakukan hari ini dan besok adalah untuk memberikan bimbingan teknis pengereman kepada para pengemudi untuk tata cara di turunan dan mengendarai truk di tanjakan," jelas Solihin dalam siaran pers yang diterima Warta Lentera, Senin (18/12/2024).

Berdasarkan data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), selama kurun waktu 2020-2022 terjadi sedikitnya 30 kejadian truk yang rem blong.

"Untuk melakukan pengereman diperlukan ilmu dan keterampilan, biasanya rem hanya mengandalkan pedal namun ternyata selain itu ada engine brake. Oleh karena itu, pada Bimtek ini akan diperkenalkan seperti apa tata cara dari engine brake dimaksud agar lebih selamat. Lokasi yang kami pilih juga mempunyai kontur jalan menanjak dan menurun sehingga dapat langsung mengaplikasikan teori engine brake tersebut," tutur Solihin.

Ia menambahkan bahwa untuk memperluas jangkauan informasi tentang pentingnya teknik pengereman, BPTJ telah menyediakan informasi melalui kanal YouTube sehingga para pelaku usaha, operator dan pemilik kendaraan dapat lebih mudah mengaksesnya.

"Selain diseminasi informasi, Kami juga membentuk group khusus bagi para alumni Bimtek. Setiap pagi kami selalu mengingatkan mengenai tata cara sebelum berangkat (fit to work) yang meliputi pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat, mengecek sistem pengereman, dan memastikan diri dalam keadaan sehat. Kami juga selalu mengimbau kepada awak kendaraan atau pengemudi, apabila salah satu dari unsur tersebut tidak terpenuhi maka dianjurkan tidak melakukan perjalanan. Selain itu, kami selalu menekankan agar jangan ada toleransi terhadap resiko terjadinya kecelakaan," ujar Solihin.

Dalam kegiatan ini, BPTJ melibatkan berbagai pihak seperti KNKT, Jasa Raharja, MIROS (Malaysia Institute of Road Safety Research), dan KyFu sebuah lembaga pendidikan safety riding untuk menyampaikan materi secara teori dan praktek. Selain belajar teknik pengereman, peserta juga diajarkan cara melakukan inspeksi kendaraan yang benar sebelum mengoperasikan truk berbobot lebih dari 20 ton tersebut.

BPTJ berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di perusahaan masing-masing dengan menyebarkan ilmu dan keterampilan yang didapat, sehingga mampu mengurangi angka kecelakaan di jalan.

“Kami mengapresiasi dukungan dari 12 perusahaan yang berkomitmen meningkatkan keselamatan transportasi melalui kegiatan ini. Dengan langkah ini, BPTJ terus berkomitmen untuk memperkuat upaya menjadikan jalan raya lebih aman bagi semua pengguna jalan,” kata Solihin.

Di kesempatan yang sama, Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Syafaat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap hal ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan

"Hal ini sangat bermanfaat bagi driver kami, khususnya menambah skill karena ada area untuk track tanjakan dan turunan, sangat aplikatif, terutama ada teorinya sebelum praktek. Kami berharap kepada para driver, pelatihan ini dapat ditularkan kepada teman-teman lain dari masing-masing perusahaan. Untuk pengusaha, kami berharap dapat mengikutsertakan driver-nya pada Bimtek seperti ini," urai Syafaat.

Berikut bimbingan teknis pengereman yang disampaikan dalam bimtek tersebut:

  1. Sesaat sebelum kendaraan menurun, pengemudi diharapkan sudah memindahkan transmisi ke posisi yang lebih rendah.
  2. Jika dirasa belum cukup untuk menurunkan kecepatan, maka perlu dilakukan pengaktifan saklar exhaust brake.
  3. Saklar ini perlu dijaga pada putaran mesin diatas 1.500 rpm. Untuk menjaga pada putaran ini dapat dibantu dengan menonaktifkan exhaust brake jika putaran mesin lebih rendah dari 1.500 rpm atau menggunakan retarder (jika dilengkapi) dan service brake (pedal rem). (inx)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.