x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Bunuh dan Mutilasi 9 Orang, Sang Twitter Killer pun Dihukum Gantung

WARTALENTERA – Pelaku pembunuhan dan mutilasi di Jepang yang dikenal dengan sebutan Twitter Killer, akhirnya dieksekusi mati dengan cara digantung. Jejak kesadisannya mencuat pada 2017 lalu. Siapakah sosok Twitter Killer?

Adalah seorang pria berusia 34 tahun. Namanya Takahiro Shiraishi. Ia mengincar para korban via akun Twitter (sekarang X) yang mengungkapkan niat untuk bunuh diri.

Hal ini juga yang mendorong sang pengacara untuk mendorong Shiraishi membuat pernyataan bahwa pembunuhan tersebut atas persetujuan korban, dengan tujuan meringankan hukuman. Akan tetapi, saran pengacara ditolak mentah-mentah.

Sidang pertama kasus pembunuhan ini berlangsung pada akhir September 2020 lalu yang dihadiri lebih dari 600 orang. Saat itu, pengadilan menjatuhkan vonis mati untuk sang Twitter Killer.

Dilansir dari AFP dan Japan Times, pelaksanaan eksekusi mati terhadao Shiraishi dilakukan pada Jumat (27/6/2025) waktu setempat. Ini merupakan eksekusi mati ini pertama kali sejak 2022, dimana seorang terpidana mati dieksekusi di negara itu.

Jejak kesadisan Shiraishi

Shiraisi atau Twitter Killer didakwa telah membunuh sembilan orang di Prefektur Kanagawa pada 2017. Hakim menggambarkan tindakannya sebagai "kejahatan yang sangat jahat dalam sejarah kriminal" karena membunuh sembilan orang dalam kurun waktu dua bulan.

Shiraishi membunuh seorang pria dan delapan wanita berusia antara 15 dan 26 tahun di apartemennya di Zama, Prefektur Kanagawa, yang menargetkan mereka yang telah mengungkapkan pikiran bunuh diri di media sosial, yakni Twitter. Itu sebabnya, Shiraishi juga dijuluki sebagai Twitter Killer.

Setelah memancing mereka ke rumah kecilnya di dekat ibu kota, ia membunuh dan memutilasinya. Ia menyembunyikan bagian-bagian tubuh mereka di sekitar apartemen dalam pendingin dan kotak peralatan yang ditaburi dengan sampah kucing dalam upaya untuk menyembunyikan bukti.

Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki mengatakan kejahatan Shiraishi, termasuk perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, penghancuran mayat dan penelantaran mayat. Tanpa ragu, ia memutilasi korbannya dan membuangnya ke tempat sampah.

"Sembilan korban dipukuli dan dicekik, dibunuh, dirampok, dan kemudian dimutilasi dengan bagian-bagian tubuh mereka disembunyikan dalam kotak, dan sebagian dibuang di tempat pembuangan sampah," kata Suzuki.

Suzuki mengungkap bahwa Shiraishi bertindak untuk memuaskan hasrat seksual dan finansialnya sendiri. Kasus ini bahkan sempat membuat warga sangat cemas. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu