x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Taufik Hidayat Ultimatum Pelatih Pelatnas: Bukan Ranking, Tapi Gelar Juara yang Dicari

Editor :

WARTALENTERA – Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat, memberikan peringatan keras kepada jajaran pelatih pelatnas bulu tangkis agar tak lagi sekadar mengejar peringkat dunia, melainkan mulai fokus pada prestasi nyata berupa gelar juara.

Taufik menilai PBSI telah memberikan waktu yang cukup bagi para pelatih sejak awal 2025 untuk membuktikan kinerja mereka. Namun hingga pertengahan musim ini, sejumlah sektor belum menunjukkan hasil yang memuaskan. “Evaluasi kemarin lebih ke pelatih, ke atletnya belum. Saya sudah ultimatum juga. Sudah enam bulan lebih, jangan hanya kejar ranking, masyarakat inginnya juara. Juara itu cuma satu, tidak ada juara dua,” ujar Taufik kepada pewarta di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Taufik menekankan bahwa pelatih memegang tanggung jawab besar dalam pengembangan teknis dan mental atlet. Oleh karena itu, hasil akhir menjadi ukuran utama keberhasilan seorang pelatih. “Kami lihat dari Januari sampai sekarang, kalau tidak memenuhi target, kami buka lagi rekam jejaknya. Kalau tidak ada prestasi, buat apa dipertahankan,” katanya.

PBSI, lanjut Taufik, menerapkan sistem evaluasi berjenjang kepada para pelatih, dari SP1 hingga SP3, yang diberikan berdasarkan pencapaian target masing-masing sektor. “Pelatih juga jangan enak-enakan. Semua ada ukurannya, targetnya masing-masing, dan tidak bisa disamakan. Kita lihat siapa yang dilatih, apa janjinya, dan sudah sampai mana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taufik menyebut bahwa pelatih harus mampu membangun hubungan yang baik dan adaptif dengan atlet. Ia menilai bahwa pelatih ideal harus mampu berperan lebih dari sekadar instruktur teknis. “Pelatih harus bisa menyesuaikan. Tidak bisa satu pemain satu pelatih. Harus bisa jadi kakak, orang tua, bahkan psikolog. Kalau semua merasa tidak cocok, ya susah,” tambahnya.

Evaluasi kinerja pelatih, menurut Taufik, dilakukan secara objektif berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres). Ia juga mendorong agar sistem promosi dan degradasi pelatih kembali diterapkan. “Sudah saya minta ke Binpres untuk sampaikan ke pelatih masing-masing. Jangan sampai pelatih merasa nyaman terus, sementara hasilnya minim. Kita ingin yang terbaik,” tegas Taufik.

Sepanjang 2025, atlet pelatnas baru meraih dua gelar juara, yaitu dari sektor ganda putri (Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti) di Thailand Masters Super 300, dan sektor ganda campuran (Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu) di Taiwan Open Super 300.

Namun, pada turnamen dengan level lebih tinggi seperti Super 500, Super 750, dan Super 1000, wakil Indonesia masih belum mampu menunjukkan performa konsisten dan bersaing di papan atas. (kom)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.