x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Berlanjut hingga 11 Juli

Editor :

WARTALENTERA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek akan terus dilakukan hingga Jumat, 11 Juli 2025. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir akibat curah hujan tinggi.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Posko OMC Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/6). Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan operasi dilakukan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bentuk antisipasi potensi hujan ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Bahwa sampai kapan ini tentu akan kita diskusikan. Yang pasti sampai dengan hari ini kita masih melakukan operasi 24 jam. Besok seperti apa, lusa seperti apa, kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Untuk sementara ini operasi ini akan kita lakukan sampai tanggal 11," kata Abdul Muhari.

Sejauh ini, telah dilakukan 18 sorti penerbangan yang membawa bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl). Penerbangan tersebut dilakukan di wilayah pesisir utara dan selatan Jawa Barat guna mencegah awan hujan masuk ke area Jabodetabek.

Abdul Muhari juga mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi, dalam satu atau dua hari ke depan terdapat kemungkinan peningkatan curah hujan, sehingga perlu dilakukan analisa lebih lanjut apakah wilayah permukaan Jabodetabek siap menghadapinya.

"Kalau kita perkirakan curah hujan itu bisa ditangani oleh permukaan dengan baik maka barangkali tidak perlu dilanjutkan. Tapi kita lihat lagi seberapa ancamannya dan seberapa kekuatan permukaan menerima itu nanti akan menjadi dasar bagi kita untuk memutuskan apakah ini perlu dilanjutkan atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan bahwa gelombang atmosfer tropis menjadi pemicu utama meningkatnya curah hujan tinggi di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa dan Bali.

Menurut Budi, banjir yang beberapa waktu lalu terjadi di Jabodetabek adalah dampak nyata dari gelombang atmosfer tersebut. Meski demikian, modifikasi cuaca yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan hasil positif dengan pengurangan curah hujan yang signifikan.

BMKG memprakirakan bahwa pada Jumat (11/7/2025) atau Sabtu (12/7/2025) kemungkinan akan terjadi hujan intensitas tinggi. BNPB dan BMKG akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi situasi terkini untuk menentukan kelanjutan operasi modifikasi cuaca.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen BNPB dan BMKG dalam menjaga keselamatan warga serta meminimalkan dampak dari perubahan cuaca ekstrem yang terus meningkat di kawasan perkotaan padat seperti Jabodetabek. (kom)

Berita Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 05:10 WIB

Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027

Pemerintah mulai memastikan kesiapan angkutan natal 2026 dan tahun baru (nataru) 2027.
Selasa, 03 Nov 2026 08:32 WIB

Dicibir Warganet Pakai Implan Payudara, Ini Jawaban Elegan Agnez Mo

Dicibir warganet pakai implan payudara, Agnez Mo jawab secara elegan.
Selasa, 03 Nov 2026 05:54 WIB

Jaga Jalan Tetap Fungsional Walau Longsor Kembali Terjang Ruas Tapan–Batas Jambi

Pemerintah menjaga jalan tetap fungsional meskipun rawan longsor di Ruas Tapan-Batas Jambi.
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.