x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Terungkap, Ada Permintaan Fee 30 Persen dari Staf Nadiem ke Google

WARTALENTERA-Terungkap, ada permintaan fee 30 persen dari staf Nadiem ke Google, di proyek pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Kejagung (Kejaksaan Agung) mengungkapkan, terdapat perjanjian co-investment sebesar 30 persen dari Google usai mendapatkan proyek pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar awalnya menjelaskan terkait peran Nadiem Makarim dalam proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek periode 2020-2022. Abdul menuturkan, pengadaan tersebut sudah dibahas saat Staf Khusus Nadiem, Jurist Tan (JS) membuat grup WhastApp pada bulan Agustus 2019 bernama Mas Menteri Core Team atau sebelum Nadiem dilantik menjadi Mendikbudristek.

Selain Nadiem dan JS, terdapat Stafsus Nadiem lainnya Fiona dalam grup tersebut. Grup tersebut salah satunya membahas mengenai rencana program digitalisasi di Kemendikbudristek apabila Nadiem pada akhirnya diangkat menjadi menteri dan masuk kabinet.

"Kemudian pada tanggal 19 Oktober 2019 NAM (Nadiem Anwar Makarim) diangkat sebagai menteri di Kemendikbudristek," ucap Abdul dalam konferensi pers di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta, dikutip Kamis (17/7/2025).

Kemudian, pada Februari dan April 2020 Nadiem sempat bertemu dengan pihak Google yakni William dan Putri Ratu Alam. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan pengadaan TIK di Kemendikbudristek

Setelah itu, JS menindaklanjuti perintah untuk bertemu dengan pihak Google dan membicarakan teknis pengadaan TIK di Kemendikbudristek dengan menggunakan laptop ChromeOS. Selain itu Jurist Tan juga membahas teknis adanya co-investment 30 persen dari total nilai proyek yang diberikan Google untuk Kemendikbudristek.

"Di antaranya juga dibahas co-investment sebanyak 30 persen dari Google untuk Kemendikbudristek," ucapnya.Adapun, perjanjian tersebut disampaikan JS dalam rapat yang turut dihadiri Sekjen Kemendikbudristek Hamid Muhammad, Direktur SMP Kemendikbudristek 2020-2021 Mulyatsyah (yang juga tersangka), dan Direktur SD Kemendikbudristek 2020-2021 Sri Wahyuningsih (yang juga tersangka).

Dalam perkara ini, Kejagung menaksir kerugian negara mencapai Rp1,9 triliun. Angka tersebut merupakan hasil hitung sementara dari total proyek pengadaan sebesar Rp9,9 triliun itu.

Berikut 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi laptop Kemendikbudristek:

1. Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudirstek tahun 2020-2021, Sri Wahyuningsih

2. Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek tahun 2020-2021, Mulatsyah

3. Mantan Staf Khusus Nadiem Makarim (Mendikbudristek), Jurist Tan

4. Mantan Konsultan Teknologi pada Kemendikbudristek, Ibrahim Arief. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu