x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Ancaman Nyata, Anak-Anak Rentan Jadi Korban Deepfake di Ruang Siber

Editor :

WARTALENTERA-Ancaman nyata, anak-anak rentan jadi korban deepfake di ruang siber. Teknologi deepfake membawa tantangan baru di ruang siber.

Salah satu ancaman terbesar adalah penyalahgunaan teknologi ini untuk tujuan berbahaya, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak. Menyadari urgensi ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat upaya perlindungan anak di ruang digital melalui tiga strategi utama yakni peningkatan literasi digital, penindakan konten berbahaya, dan regulasi perlindungan anak.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan komitmen pemerintah. "Komdigi berkomitmen menciptakan ruang digital yang aman bagi semua. Kami gencar melakukan edukasi literasi digital, melakukan takedown terhadap konten negatif, dan bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindak kejahatan digital," kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (26/7/2025).

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini memang datang dari penyalahgunaan teknologi seperti deepfake dan AI yang semakin canggih. Konten manipulatif visual dan audio yang dihasilkan oleh teknologi ini tidak hanya menyesatkan, tetapi secara spesifik juga menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.

"Gelombang perkembangan teknologi membuka peluang luar biasa, tapi juga membuka celah ancaman yang bisa melemahkan kepercayaan antar masyarakat," ujarnya, menyoroti dampak yang lebih luas dari penyalahgunaan teknologi ini.

Ancaman deepfake bukanlah isapan jempol belaka. Nezar mengutip laporan Sensity AI yang menunjukkan lonjakan kasus deepfake sebesar 550 persen sejak tahun 2019, dengan 90 persen di antaranya digunakan untuk tujuan berbahaya.

Data ini sangat mengkhawatirkan karena memperlihatkan betapa cepatnya penyebaran dan penyalahgunaan teknologi tersebut. "Yang paling terdampak adalah perempuan dan anak. Setidaknya 11 persen perempuan usia 15 sampai 29 tahun pernah mengalami kekerasan berbasis gender online sejak usia belia," rincinya.

Angka ini menjadi indikator serius bahwa anak-anak, bahkan sejak usia muda, telah menjadi korban dari kekerasan di dunia maya, termasuk yang dimungkinkan oleh teknologi deepfake. Merespons kondisi tersebut, Kemkomdigi telah mengambil langkah konkret dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas.

Peraturan ini secara khusus mengatur penyelenggaraan sistem elektronik untuk perlindungan anak. Implementasi PP Tunas diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang kuat untuk menindak pihak-pihak yang menyalahgunakan ruang digital untuk merugikan anak-anak.

"Dalam hal ini, kami berharap di tingkat daerah sosialisasinya bisa lebih intensif untuk semua pemangku kepentingan, terutama di sekolah dan komunitas," ujar Nezar. Selain penindakan hukum dan regulasi, literasi digital ditekankan sebagai keterampilan dasar yang krusial.

Nezar menyoroti pentingnya kemampuan kritis dalam memilah informasi dan menjaga privasi data di era digital. Di tengah kemudahan akses informasi, kemampuan untuk membedakan antara fakta dan manipulasi menjadi sangat vital.

"AI seharusnya menjadi teman untuk berimajinasi dan berinovasi, bukan untuk membahayakan atau merugikan orang lain," tegasnya. Kemkomdigi tidak bekerja sendiri dalam upaya ini.

Mereka mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga keluarga, untuk ikut serta memperkuat ekosistem digital yang sehat dan aman, demi mewujudkan transformasi digital nasional yang inklusif. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

"Dengan memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risikonya, kita bisa bersama-sama mewujudkan generasi emas yang cerdas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," harapnya. (sic)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.