x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Mendag Jamin Harga Pangan Stabil Jelang Nataru

Editor :

WARTALENTERA - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan, tidak akan ada lonjakan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Ia menjamin, harga pangan, seperti beras dan daging akan stabil di momen tersebut.

Ia memastikan harga pangan tidak akan naik, ditengah kekhawatiran masyarakat akan adanya tren lonjakan harga sembako saat ini. Masyarakat memprediksi, lonjakan harga bakal lebih tinggi jelang Nataru.

"Aman, enggak ada itu. Beras, daging semua normal. Aman pak," kata Budi kepada wartawan, dikutip Rabu (27/11/2024).

Keyakinan akan stabilnya harga pangan, terutama beras, karena pihaknya telah memastikan, stok beras masih berada di angka 2 juta ton. Sehingga dipastikan stok cukup dan akan menekan lonjakan harga.

"Stok 2 juta ton terbilang aman. Yang lain-lain dicukupkan," kata Direktur Utama Bulog Wahyu Suparyono dalam kesempatan terpisah, dikutip Rabu (27/11/2024).

Untuk stok daging, ayam, dan telur juga diperkirakan aman. PT Berdikari selalui BUMN penyedia pangan juga sudah memastikan persediaan stok untuk Nataru aman.

General Manager (GM) Corporate Secretary PT Berdikari, AS Hasbi Al Islahi perusahaannya berperan menyediakan pangan seperti ayam, olahan ayam, telur, daging sapi, dan daging kerbau impor. Pihaknya berupaya melakukan pengelolaan pangan yang efisien dan berkelanjutan.

Ia memastikan, komoditas pangan yang dijual PT Berdikari bakal tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas). "Termasuk komoditas daging kerbau impor. Kami menyediakan daging kerbau impor sesuai dengan harga yang direkomendasikan pemerintah. Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan daging kerbau tersebut di Toko Gerai Daging Berdikari dan melalui channel online shop," katanya melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (27/11/2024).

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga mengklaim harga pangan masih stabil jelang Nataru. Menurut Plh Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Rinna Syawal, meskipun ada lonjakan di beberapa daerah, namun secara keseluruhan harga masih stabil.

"Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang harganya masih di atas Harga Acuan Pembelian (HAP)/Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Hal ini harus kita antisipasi menjelang Pilkada dan Nataru. Harga pangan harus bisa dipastikan terjangkau oleh masyarakat dan stabil," ujar Rinna.

Untuk menjaga harga pangan tetap stabil, Rinna mengimbau daerah-daerah dengan harga komoditas di atas HAP agar segera melakukan penetrasi pasar. Menurutnya, ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di daerah.

"Provinsi maupun kabupaten/kota perlu mendatangkan beras dari wilayah surplus, memfasilitasi distribusi pangan, dan melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)," paparnya. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.