x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tubuh Lelah, Waspada Microsleep Mengintai

Editor :

WARTALENTERA - Microsleep adalah periode tidur singkat yang berlangsung paling lama 30 detik karena tubuh lelah. Meski hanya tidur sebentar, banyak orang yang mengalami microsleep di tengah-tengah aktivitas yang penting, misalnya berkendara, sehingga berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri, bahkan orang lain.

Microsleep merupakan tanda bahwa tubuh kurang beristirahat. Dr. Elsa Savitrie, SKM, M.Kes dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat akan bahaya microsleep saat berkendara.

"Microsleep terjadi ketika otak seseorang sangat lelah sehingga 'mematikan' fungsinya untuk beristirahat sebentar. Hal ini sangat berbahaya saat berkendara karena pengemudi kehilangan kendali penuh atas kendaraan dalam waktu tersebut,” ujar Elsa, dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, dikutip Kamis (28/11/2024).

Dia menjelaskan, microsleep dapat menyebabkan kecelakaan fatal karena dalam beberapa detik itu, pengemudi bisa keluar jalur, menabrak kendaraan lain, atau bahkan menabrak pejalan kaki. "Saat microsleep terjadi, mata mungkin terbuka, tapi otak tidak merespons dengan cepat terhadap apa yang dilihat. Ini membuat pengemudi tidak bisa bereaksi tepat waktu terhadap bahaya di jalan,” tambahnya.

Beberapa penyebab utama microsleep di jalan termasuk kurang tidur, kelelahan berkendara jarak jauh, dan berkendara pada waktu yang tidak ideal seperti larut malam atau dini hari. Maka itu, dia mengimbau, khususnya jelang momen mudik Natal dan Tahun Baru 2025, pentingnya tidur cukup dan berkualitas sebelum melakukan perjalanan jauh.

"Pastikan tidur minimal 7-8 jam sebelum berkendara, terutama untuk perjalanan panjang. Selain itu, istirahatlah setiap dua jam selama perjalanan untuk menghindari kelelahan,” ulasnya.

Untuk mengurangi risiko microsleep, dia juga menyarankan agar pengemudi tidak memaksakan diri mengemudi saat merasa sangat lelah atau mengantuk. "Jika mulai merasa mengantuk, segera cari tempat yang aman untuk berhenti dan beristirahat. Minum minuman berkafein bisa membantu, tetapi hanya sebagai solusi sementara. Tidur singkat selama 15-20 menit lebih efektif untuk mengembalikan kewaspadaan,” tuturnya lagi.

Penyebab, Tanda-Tanda, dan Tips Terhindar dari Microsleep

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat berkendara tubuh mengalami perubahan pola tidur dan asupan nutrisi yang berbeda. Sehingga tidak jarang dapat mengganggu kualitas tidur hingga terjadi microsleep.

Berikut beberapa penyebab terjadinya microsleep :

- Kurang tidur

- Tidur kurang berkualitas

- Penyakit diabetes

- Tekanan darah tinggi

- Kegemukan

- Depresi atau gangguan kecemasan

- Efek samping obat tertentu

- Efek samping penyalahgunaan narkoba dan alkohol

Meski berlangsung sepersekian detik, microsleep memiliki tanda-tanda diantaranya:

- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala.

- Tidak menyadari apa yang baru terjadi, meski sedang tidak melamun.

- Menguap terus-menerus.

- Kelopak mata sangat berat.

- Mata berkedip berlebihan.

- Arah kemudi tanpa disadari keluar jalur.

Microsleep saat berkendara sangat berbahaya bagi pengemudi dan mengancam keselamatan penumpang. Ketika mata terpejam selama tiga detik dan kendaraan melaju dengan kecepatan 96 kilometer per jam, maka kendaraan bisa keluar jalur sampai nyaris 100 meter.

Untuk mencegah bahaya microsleep saat berkendara, kamu bisa melakukan hal berikut:

- Tepikan kendaraan secara berkala sebelum merasa mengantuk, gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan badan atau melakukan peregangan.

- Istirahat secara berkala ketika berkendara jarak jauh, pejamkan mata dan upayakan tidur singkat selama 20 menit sampai 30 menit.

- Jika punya kecenderungan microsleep, upayakan jangan berkendara sendirian. Ajak orang lain agar ada teman bicara di sepanjang jalan. Percakapan dapat membangunkan sel otak, mempercepatan pernapasan, dan memompa oksigen ekstra ke aliran darah, sehingga pengendara tidak gampang mengantuk.

- 30 menit sebelum berkendara, minum asupan berkafein seperti kopi atau teh.

- Apabila ada rencana berkendara jauh, pastikan pengendara tidur berkualitas minimal tujuh jam

- Mendengarkan musik tempo cepat atau audiobook.

Microsleep yang tidak teratasi dan terjadi dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi kesehatan. Microsleep akibat kurang tidur bisa memicu obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mental. (sic)

Berita Terbaru
Sabtu, 31 Okt 2026 07:40 WIB

Jhonlin Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan, Rogoh Kocek hingga Rp26 Triliun

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyerahkan 30,25 persen sahamnya kepada perusahaan Haji Isam.
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.