x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Posisi Kian Strategis, Lebih dari 50 Negara Antre Gabung BRICS

Editor :

WARTALENTERA-Posisi kian strategis, lebih dari 50 negara antre gabung BRICS. BRICS kian mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi global.

Hingga Agustus 2025, lebih dari 50 negara menyatakan minat untuk bergabung dengan aliansi ini. Dari jumlah itu, 23 negara telah mengajukan permohonan resmi, sementara 28 negara lainnya menyampaikan ketertarikan secara informal.

Vietnam menjadi negara terbaru yang menunjukkan minat bergabung. Kehadiran negara ini menambah panjang daftar calon anggota, sekaligus menegaskan meluasnya pengaruh BRICS yang kini menjangkau hampir seluruh kawasan dunia. Saat ini, BRICS telah berkembang menjadi aliansi yang terdiri dari 11 anggota penuh, termasuk Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran yang baru bergabung.

Dengan ekspansi ini, BRICS kini mewakili hampir setengah populasi global dan lebih dari 41 persen produk domestik bruto (PDB) dunia. Selain anggota penuh, BRICS juga memiliki negara mitra yang menjalin kemitraan strategis, antara lain Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan.

Skema ini menunjukkan fleksibilitas BRICS dalam memperluas pengaruh tanpa mengharuskan keanggotaan penuh. Fenomena menarik muncul di Eropa.

Meski menghadapi tekanan dari Barat, beberapa negara di kawasan tersebut tetap aktif mendekati BRICS. Belarus, Serbia, dan Turki tercatat sebagai negara yang paling vokal.

Belarus mencari alternatif ekonomi untuk mengatasi sanksi Barat. Sementara Turki, meski anggota NATO, secara terbuka menyatakan ketertarikan pada BRICS.

Serbia bahkan menjadi negara Eropa pertama yang mengungkapkan minat tersebut. Dari Asia dan Afrika, daftar negara yang ingin masuk ke BRICS terus bertambah.

Negara-negara seperti Azerbaijan, Bangladesh, Kamboja, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Venezuela, Zimbabwe, hingga Palestina menyatakan ketertarikan. Fenomena ini menandakan bahwa banyak negara tengah mencari alternatif dari sistem keuangan global yang didominasi dolar AS.

Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva menilai, perkembangan ini sebagai perubahan besar dalam tatanan geopolitik. "Kita menyaksikan keruntuhan multilateralisme yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Lula, melansir Watcher Guru, Kamis (28/8/2025).

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru mengecilkan pengaruh BRICS. Dalam pernyataannya, Trump menyebut "BRICS sudah mati," sambil mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap negara-negara yang mendukung ekspansi blok tersebut.

Namun, ancaman tersebut tampaknya tidak menghalangi ketertarikan negara-negara lain. Dorongan kuat datang dari China, Rusia, dan Iran yang mendesak ekspansi lebih cepat.

Mereka menilai, semakin banyak negara yang bergabung, semakin besar kekuatan BRICS dalam membentuk tatanan ekonomi global yang baru. KTT BRICS yang akan digelar di Rio de Janeiro pada akhir 2025 diperkirakan menjadi momen penting dalam menentukan anggota baru.

Namun, proses konsensus di antara anggota kerap menjadi tantangan, mengingat perbedaan pandangan soal kecepatan ekspansi. Ekspansi besar-besaran ini menandai transformasi global yang signifikan. BRICS bukan lagi sekadar aliansi ekonomi, melainkan simbol pergeseran kekuasaan global yang mengancam dominasi lama Barat, terutama Amerika Serikat.

Perubahan ini akan menentukan arah hubungan internasional beberapa dekade ke depan. Dengan semakin banyak negara yang mencari kedaulatan ekonomi dan politik, BRICS dipandang sebagai jalur baru menuju tatanan dunia multipolar. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.