x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Gandeng PPATK, Polisi Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Kelompok Perusuh

WARTALENTERA-Gandeng PPATK, polisi telusuri dugaan aliran dana ke kelompok perusuh, usai demo DPR. Aparat kepolisian terus berupaya untuk mengungkap aktor utama peristiwa kericuhan yang terjadi saat aksi yang dilakukan di depan Gedung DPR pada 25 dan 28 Agustus 2025.

Pasalnya, kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut merembet kepada perusakan fasilitas umum dinilai telah tersistem dengan baik. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Putu Kholis mengatakan, polisi menemukan adanya perbekalan yang untuk kelompok perusuh dalam aksi itu.

Beberapa pembekalan itu antara lain, kebutuhan logistik dan petasan untuk para perusuh melakukan penyerangan. Ia pun menduga, anak-anak yang melakukan aksi anarki diberikan kompensasi.

"Ada indikasi anak diberi kompensasi untuk melakukan aksi. Itu masih dalam pendalaman oleh penyidik," kata dia di Polda Metro Jaya, dikutip Jumat (5/9/2025).

Keberadaan perbekalan untuk para perusuh itu tentu menjadi data awal polisi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pasalnya, terdapat dugaan bahwa para perusuh itu dibiayai oleh pihak tertentu.

Karena itu, Putu mengatakan, polisi berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Hal itu dilakukan untuk menelusuri aliran dana kelompok perusuh tersebut.

"Lalu, apakah sudah berkoordinasi dengan PPATK? Sudah. Kami juga ingin menelusuri apakah ada aliran dana tertentu kepada kelompok ini atau mereka lebih bersifat kolektif," bebernya.

Tak hanya itu, polisi juga tengah mendalami rangkaian peristiwa sejak demo di DPR hingga kericuhan itu terjadi. Mengingat, aksi perusakan fasilitas umum dan fasilitas lainnya dilakukan secara bersama-sama di waktu yang sama.

"Rangkaiannya sedang kami pelajari," imbuhnya. Ia menambahkan, salah satu dari enam tersangka penghasut dalam aksi itu juga diketahui memiliki peran untuk membuat bom molotov," sebutnya lagi.

Orang itu, lanjutnya, juga disebut berperan dalam menginformasikan lokasi petasan dan bom molotov yang disediakan untuk provokator kelompok perusuh. "Apalagi, pergeseran kelompok perusuh ke arah Slipi dan Pejompongan ketika dibubarkan aparat juga dinilai tidak organik. Mengingat, di kawasan Slipi dan Pejompongan itu ada kawasan rel kereta api, di mana lokasi itu terdapat banyak batu yang bisa jadi sarana untuk melakukan penyerangan," ucapnya.

"Itu juga kami dalami. Artinya kami mengkombinasi informasi yang ada di media dengan fakta yang terjadi di gedung DPR-MPR maupun tempat-tempat sekitarnya," lanjutnya. Diketahui, polisi telah menetapkan 43 tersangka terkait kericuhan yang terjadi di sekitar Gedung DPR, Gelora Senayan, Mapolsek Cipayung, dan Mapolsek Matraman.

Dari total tersangka, enam orang di antaranya berperan sebagai penghasut dan 37 orang lainnya bertindak sebagai perusuh. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu