x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kondisi Dalam Negeri Mulai Kondusif, Mendagri Izinkan Kada Lawatan ke Luar Negeri

WARTALENTERA-Kondisi dalam negeri mulai kondusif, Mendagri izinkan Kada lawatan ke luar negeri lagi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan izin kepada kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama untuk keperluan pengobatan, mengingat kondisi dalam negeri yang sudah membaik.

"Sebelumnya, saya menunda keberangkatan ke luar negeri karena situasi yang belum stabil. Namun sekarang, jika daerahnya merasa aman, saya akan memberikan izin," ujar Tito dalam rapat koordinasi pemerintah di Kota Batam, Kepulauan Riau, dikutip Senin (22/9/2025).

Tito menegaskan, izin akan diberikan bagi kepala daerah yang ingin melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, baik untuk pengobatan maupun urusan kedinasan, dengan syarat daerah tersebut dalam kondisi yang aman. "Untuk perjalanan dinas atau pengobatan, tentu saya akan izinkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benny Irawan menyebutkan sebelumnya mendagri mengimbau kepala daerah agar tidak meninggalkan wilayahnya saat situasi rawan akibat aksi unjuk rasa pada 25-29 Agustus 2025. "Dengan kondisi yang sudah membaik, seperti yang disampaikan oleh Mendagri, pejabat daerah atau ASN yang melakukan perjalanan luar negeri, khususnya untuk pengobatan, akan dipertimbangkan untuk diberikan izin," jelas Benny.

Sebelumnya sempat diberitakan, Mendagri meminta agar kepala daerah tidak menggelar pesta mewah, baik untuk acara keluarga maupun kedinasan. Hal ini disampaikan Tito merespons demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025.

"Tolong dijaga betul, termasuk acara pribadi. Ini momentum saat ini dan ke depannya, laksanakan (acara) secara sederhana," ucap Tito, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemendagri, Selasa (2/9/2025). Selain melarang diadakannya pesta mewah, Tito juga menunda perjalanan ke luar negeri untuk para kepala daerah.

"Ini masyarakat lagi prihatin, terus ada yang berpesta," kata Tito. Selain dua imbauan tersebut, Tito juga meminta agar kepala daerah melaksanakan rapat dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

Mereka juga diminta menyambangi dan duduk bersama dengan para tokoh dan unsur masyarakat yang berpengaruh. Kepala daerah diharapkan melaksanakan doa kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan pemerintah.

Menggencarkan program pro rakyat seperti gerakan pasar murah dan bantuan sosial, serta tidak pamer kemewahan, termasuk untuk acara resepsi pernikahan dan ulang tahun, yang diminta dilaksanakan secara sederhana. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu