x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Tidak Terserap Maksimal, Kemendagri Usul Dana Otsus Aceh Dikelola Lembaga Khusus

Editor :

WARTALENTERA-Tidak terserap maksimal, Kemendagri usul dana otsus Aceh dikelola lembaga khusus. Dana otonomi khusus perlu dikelola lembaga spesifik agar penggunaannya menjadi lebih tepat sasaran. Wacana pembentukan Lembaga khusus untuk menangani dana otsus tersebut dikemukakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Usulan itu disampaikan saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh bersama Badan Legislasi DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kemendagri Sumule Tumbo menjelaskan, lembaga tersebut nantinya akan bertugas membuat perencanaan, pengalokasian anggarannya, menentukan wilayah pelaksanaan, hingga menyusun pertanggungjawabannya.

"Nah ini Aceh di dalam melakukan penyesuaian tata kelola dana otsus ini sangat diperlukan," kata Sumule. Ia mencontohkan, Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki lembaga khusus bernama Paniradya Kaistimewan untuk mengelola dana keistimewaan.

Lembaga tersebut mengatur penggunaan anggaran secara terarah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar sesuai dengan kebutuhan layanan dasar masyarakat. Ia menambahkan, keberadaan lembaga khusus juga dinilai dapat menjawab berbagai pertanyaan terkait penggunaan dana otsus di Aceh.

Selain itu, lembaga tersebut dapat memberikan penandaan pada proyek yang dibiayai dari dana otsus agar lebih transparan. "Misalnya, membangun jalan, membangun jembatan, membangun sekolah, apa pun yang didanai dari dana otonomi khusus ini supaya bisa di-labeling ini sumbernya dari dana otsus," imbuhnya.

Data Kemendagri menunjukkan dana otsus Aceh sejak 2008 hingga 2025 masih menyisakan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) dalam jumlah besar. Namun, tingkat kemiskinan di Aceh masih tinggi.

"Tahun anggaran 2018 itu yang sampai Rp2 triliun lebih. Nah, sisanya 2019, 2020, 2021 itu menyisakan silpa yang juga masih cukup besar di atas Rp1 triliun," rincinya. (sic)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.