x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Usai Gempa, Gunung Slamet Masih Berstatus Waspada

Editor :

WARTALENTERA-Usai gempa, Gunung Slamet masih berstatus waspada. Selain gempa kecil, Gunung Slamet sempat mengeluarkan kepulan asap putih dari kawah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet agar tetap tenang menyusul munculnya gempa dangkal dan keluarnya asap dari kawah gunung tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Andi Risdianto, mengatakan Gunung Slamet masih berstatus Level II atau Waspada, Jumat (10/10/2025).

Status ini berdasarkan pada hasil evaluasi aktivitas gunung periode 16–30 September 2025 yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

”Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental yang dilakukan PVMBG, tingkat aktivitas Gunung Slamet masih berada pada level II atau waspada,” ujar Andi kepada wartawan, dikutip Sabtu (11/10/2025). Menurut laporan evaluasi PVMBG bernomor 1348.Lap/GL.03/BGL/2025 tertanggal 7 Oktober 2025, disebutkan gunung tertinggi di Jawa Tengah itu masih menunjukkan adanya tekanan di bawah tubuh gunung yang berpotensi memicu gempa-gempa dangkal dan meningkatkan kemungkinan erupsi.

Selama periode pengamatan, Gunung Slamet terpantau mengeluarkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, mencapai ketinggian 50 hingga 200 meter dari puncak. Cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan dengan arah angin ke utara, timur, selatan, dan barat.

Secara instrumental, PVMBG mencatat satu kali gempa low frequency, 12 kali gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo 0,5 hingga 1 milimeter. Aktivitas ini menunjukkan adanya pergerakan fluida di sekitar permukaan gunung.

Hasil pemantauan electronic distance measurement (EDM) menunjukkan perubahan jarak relatif kecil dan cenderung stabil. Sementara hasil pengamatan tiltmeter di Stasiun Cilik juga memperlihatkan kemiringan yang stabil sejak awal 2025, setelah sebelumnya sempat menunjukkan tekanan internal dan pergerakan magma.

”Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak,” imbaunya. Ia menambahkan, PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Slamet. BPBD Banyumas juga berkoordinasi dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

”Kami mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik, dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Diketahui, PVMBG menaikkan status Gunung Slamet dari Level I (normal) menjadi level II (waspada) sejak 19 Oktober 2023 akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Hingga kini, status tersebut belum mengalami perubahan. (sic)

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.