x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Perlintasan Rafah Antara Gaza-Mesir Dibuka Pertengahan Pekan Depan

Editor :

WARTALENTERA - Mediator telah menginformasikan kepada Hamas bahwa perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir, akan dibuka kembali untuk kedua arah pada pekan depan. Informasi ini disampaikan setelah dimulainya gencatan senjata antara Hamas dengan Israel.

Sebuah sumber Hamas mengatakan kepada TV Al-Aqsa milik kelompok tersebut bahwa perlintasan Rafah diperkirakan akan dibuka kembali pada pertengahan pekan depan. Dengan demikian, memungkinkan pergerakan orang masuk dan keluar dari daerah kantong tersebut, meskipun tidak ada rincian yang diberikan mengenai operasi atau siapa yang akan diizinkan melewatinya.

Mediator juga mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan dan pasokan penting, termasuk bahan bakar dan gas, akan mulai masuk ke Gaza secara bebas mulai hari ini, Sabtu (11/10/2025). Sumber tersebut menambahkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung untuk memulihkan aliran listrik di wilayah yang berpenduduk lebih dari 2 juta orang itu.

Pengumuman ini muncul setelah militer Israel mengonfirmasi bahwa gencatan senjata dengan Hamas mulai berlaku pada Jumat siang waktu setempat. Militer Israel mengatakan pasukannya telah dikerahkan kembali di sepanjang garis baru sesuai dengan gencatan senjata dan perjanjian pembebasan sandera, sementara pasukan di Israel selatan akan terus merespons setiap ancaman langsung.

Setelah gencatan senjata, sekitar 200.000 warga Palestina kembali ke Gaza utara, kata Mahmud Bassal, juru bicara Badan Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas. Ia mengatakan bahwa para pengungsi mulai bergerak ke utara ketika pasukan Israel mundur dari beberapa area, serta bahwa tim kemanusiaan membantu keluarga-keluarga dan membuka kembali jalan-jalan utama.

Saksi mata melaporkan pergerakan yang padat di sepanjang jalan Al-Rashid dan Salah al-Din ketika ribuan orang berjalan kaki atau berkendara menuju rumah-rumah mereka.

Gencatan senjata ini dilakukan setelah perundingan berhari-hari di Mesir yang mencakup pertukaran tawanan dan rencana untuk membuka kembali penyeberangan perbatasan serta mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.

Dibawah perjanjian tersebut, Israel diharapkan menghentikan pertempuran dan menarik diri sebagian dari Jalur Gaza, sementara Hamas akan membebaskan semua sandera yang tersisa dengan imbalan pembebasan sekitar 2.000 tahanan Palestina.

Dua tahun operasi militer Israel telah menyebabkan sebagian besar wilayah Gaza hancur, menewaskan lebih dari 67.000 orang, serta menyebabkan kekurangan makanan dan kebutuhan dasar, menurut otoritas kesehatan Gaza. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.