x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Residu Obat Diabetes Cemari 3 Titik Sungai Angke Jakarta

WARTALENTERA - Jejak obat diabetes metformin terdeteksi cemari aliran Sungai Angke, Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di enam titik berbeda sepanjang Sungai Angke pada Juni 2022.

Menurut Wulan Koagouw, peneliti BRIN yang terlibat dalam studi tersebut, residu obat diabetes tersebut terdeteksi di tiga titik dengan tingkat konsentrasi antara 27 ng/L hingga 414 ng/L. Ini menjadi laporan pertama yang menunjukkan residu obat antidiabetes telah masuk ke perairan ibu kota.

Perlu diketahui, Metformin merupakan salah satu obat yang paling banyak diresepkan di dunia untuk penanganan diabetes tipe 2. Obat ini unik karena hampir tidak mengalami metabolisme di dalam tubuh dan dikeluarkan kembali dalam bentuk utuh melalui urine.

Konsumsi masyarakat dalam jumlah besar terhadap obat diabetes tersebut, bisa berdampak pada kualitas air. Temuan ini sekaligus mengonfirmasi Jakarta menghadapi jenis polutan baru yang dikenal sebagai emerging contaminants, zat aktif dari obat-obatan yang dapat mencemari lingkungan, tetapi sering kali tidak terpantau dalam pemantauan kualitas air konvensional.

"Tidak adanya proses degradasi alami membuat senyawa ini berpotensi kembali masuk ke rantai makanan dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia," tulis tim peneliti dalam publikasi mereka di Springer Nature yang dikutip Warta Lentera, Minggu (23/11/2025).

Jejak farmasi dalam air bukan fenomena baru. Di berbagai negara, metformin menjadi salah satu active pharmaceutical ingredients (API) yang paling sering ditemukan di sungai, danau, hingga air laut.

Beberapa negara bahkan mencatat konsentrasi yang jauh lebih tinggi seperti di Portugal mencapai 325 µg/L dari air limbah yang masuk instalasi pengolahan. Konsentrasi residu obat diabetes di perairan China mencapai 53,6 µg/L, dan 107 µg/L di Meksiko.

Dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa dan tingkat penggunaan obat yang tinggi, Jakarta dianggap sangat rentan terhadap peningkatan akumulasi senyawa farmasi, terutama pada sungai-sungai yang menerima limbah domestik tanpa pengolahan yang memadai.

Sejumlah penelitian internasional menunjukkan metformin memiliki efek biologis yang signifikan pada organisme air, termasuk kerusakan jaringan gonad, perubahan ekspresi gen, gangguan pertumbuhan pada ikan muda, peningkatan produksi hormon steroid pada ikan betina dewasa.

Temuan ini mengindikasikan paparan jangka panjang, bahkan pada konsentrasi kecil seperti yang ditemukan di Sungai Angke, berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

Sungai Angke merupakan salah satu sungai utama yang menjadi muara berbagai jenis limbah, mulai dari limbah rumah tangga, limbah industri, hingga sampah padat. Kehadiran metformin dalam perairan ini menambah daftar panjang jenis polutan yang kini harus diantisipasi.

Menurut BRIN, temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengolahan air limbah domestik, meningkatkan pengawasan terhadap polutan farmasi, serta menyusun strategi pengendalian pencemaran berbasis bukti ilmiah.

Peneliti juga menekankan perlunya kajian lanjutan untuk mengetahui apakah senyawa ini telah terakumulasi dalam organisme air di Jakarta dan apakah sudah berdampak pada kesehatan masyarakat yang mengonsumsi ikan dari perairan tercemar. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu