x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pemerintah Resmi Tetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Editor :

WARTALENTERA - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 akhirnya resmi ditetapkan Pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025. Keputusan ini mengatur besaran biaya yang harus dibayar jamaah serta porsi subsidi dari nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih dan Nilai Manfaat," demikian bunyi salinan Keppres yang dikutip Warta Lentera dari laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara, Sabtu (6/12/2025).

Berdasarkan data yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto, berikut adalah rincian Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar oleh setiap jemaah di 14 embarkasi di Indonesia:

1. Aceh Rp56.400.0002. Medan Rp57.100.0003. Padang Rp57.500.0004. Batam Rp58.050.0005. Palembang Rp58.250.0006. Jakarta Rp59.350.0007. Kertajati Rp59.450.0008. Solo Rp60.150.0009. Surabaya Rp60.300.00010. Banjarmasin Rp61.200.00011. Balikpapan Rp61.550.00012. Makassar Rp62.400.00013. Lombok Rp60.500.00014. Yogyakarta Rp 60.150.000

Angka di atas adalah Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yaitu biaya yang dibayar langsung oleh jemaah atau sekitar 50-60 persen dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sisanya disubsidi/ditutupi dari Nilai Manfaat dana haji yang dikelola oleh pemerintah.

Nilai manfaat yang dialokasikan bagi jamaah haji reguler mencapai Rp6,69 triliun dan digunakan untuk menutupi berbagai komponen layanan, seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan di Arafah-Muzdalifah-Mina, perlindungan jemaah, pembinaan jemaah, serta pelayanan umum di dalam negeri maupun Arab Saudi.

Sementara itu, nilai manfaat yang diperuntukkan jemaah haji khusus ditetapkan sebesar Rp7,23 miliar.

Keppres tersebut juga mengatur mekanisme penyetoran Bipih oleh jamaah haji reguler, petugas haji daerah, dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) melalui bank penerima setoran yang ditunjuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Selain itu, Presiden memberikan mandat kepada Menteri Haji dan Umrah untuk menetapkan ketentuan teknis lebih lanjut terkait pelaksanaan keputusan ini. (inx)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.