x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Soal PPPK SPPG, BGN: Tujuannya untuk Penguatan SDM ASN

Editor :

WARTALENTERA - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan resmi terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK SPPG. Pengangkatan PPPK SPPG itu dijadwalkan efektif mulai 1 Februari 2026.

Langkah ini menanggapi opini publik yang membandingkan kesejahteraan guru dengan petugas operasional SPPG MBG.

“Guru honorer (pegawai non-ASN) yang sudah lama mengabdi masih mendapat gaji yang minim dan belum diangkat menjadi PPPK, sedangkan petugas SPPG bisa langsung diangkat dan mendapat gaji yang lebih tinggi. Klarifikasi berbasis data diperlukan untuk meredam ketimpangan persepsi dan menjaga kepercayaan publik,” jelas pihak BGN dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (30/1/2026).

BGN menekankan bahwa pengadaan PPPK SPPG bertujuan memperkuat sumber daya manusia (SDM) ASN sebagai bagian dari keberlanjutan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam rangka keberlanjutan pelaksanaan dan tata kelola program, BGN memerlukan penguatan SDM ASN secara akuntabel melalui pengadaan PPPK SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia),” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.

Proses seleksi dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT) BKN sesuai Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai ASN.

BGN juga menegaskan bahwa perbedaan pendapatan PPPK SPPG dan guru yang dirasakan publik bersumber dari status kepegawaian dan golongan jabatan, bukan karena keberpihakan pada sektor tertentu.

Gaji dan tunjangan Guru vs PPPK SPPG

Gaji guru PPPK mengacu pada Jabatan Fungsional Guru Ahli Pertama (golongan PPPK IX). Selain gaji pokok, guru PPPK berhak atas tunjangan profesi sesuai regulasi Kemendikdasmen, ditambah tunjangan lain yang menyesuaikan kebijakan instansi.

Sementara itu, gaji PPPK SPPG di BGN mengikuti Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 untuk kategori PPPK golongan III–IX.

“Tidak terdapat kebijakan yang memberikan keistimewaan kesejahteraan kepada petugas SPPG dibandingkan guru,” ujarnya.

Formasi PPPK SPPG Tahap 2

Pada rekrutmen PPPK BGN tahap 2, terdapat 32.000 formasi, terdiri atas:

31.250 formasi untuk Kepala SPPG yang diisi oleh peserta program SPPI.

750 formasi umum, terbagi menjadi 375 akuntan dan 375 tenaga gizi.

“Pada tahap 2 kami sudah melakukan seleksi sebanyak 32.000 orang, di mana yang 31.250 itu khusus seluruh Kepala SPPG yang dididik melalui sarjana penggerak pembangunan Indonesia. Kami juga buka untuk umum 750 yang diisi oleh akuntan sebanyak 375 dan tenaga gizi 375,” ucap Dadan. (inx)

Berita Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.