x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Kemenkes Kembali Gencarkan Imunisasi MR bagi PAUD dan TK Pekan Depan

Editor :

WARTALENTERA-Kemenkes kembali gencarkan imunisasi MR bagi PAUD dan TK, mulai pekan depan. Hal tersebut dilakukan, usai Kemenkes mendapatkan temuan adanya WNA Australia yang terkena campak dan sempat berkunjung ke Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya menggencarkan imunisasi measles atau campak dan rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan. "Jadi penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Itu kita lakukan. Kemudian yang kedua adalah pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025-2026. Dan MR tambahan ini merupakan crash program," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni, di Jakarta, dikutip Jumat (27/2/2026).

Untuk meningkatkan cakupan di daerah yang rendah angka imunisasinya karena tingginya angka penolakan vaksin, pihaknya berupaya menggandeng pemerintah daerah, tokoh-tokoh penting seperti tokoh agama dan organisasi profesi, guna menyebarluaskan informasi tentang pentingnya imunisasi tersebut. Pada 2025, rincinya, ada 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi lab di 89 kabupaten-kota di 16 provinsi.

Kasus suspek 63.769, termasuk di dalamnya konfirmasi lab 11.094. Ada 69 kasus yang meninggal, dan fatality rate sebesar 0,1 persen, seperti negara-negara maju yang menghadapi campak.

Lima provinsi KLB terbanyak pada 2025 yakni Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. "Nah, bagaimana dengan tahun 2026? Ada 21 KLB suspek campak di 17 kabupaten-kota di 11 provinsi. Dan 13 KLB campak konfirmasi lab di 9 kabupaten-kota di 6 provinsi," ulasnya.

Hingga minggu ke-7, lanjutnya, kasus suspek 8.224 termasuk di dalamnya yang terkonfirmasi lab 572. "Ada yang meninggal empat kasus dan CFR-nya, fatality rate-nya itu 0,05 persen, artinya lebih rendah daripada angka negara maju, yakni tadi 0,1 persen. Kita lebih baik," imbuhnya.

Lima provinsi KLB terbanyak pada 2026 yakni Sumatera Barat, kemudian Sumatera Selatan, Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pihaknya juga menguatkan surveilans serta tata laksana penanganan campak, mulai dari isolasi, pemberian obat dan vitamin A, serta menyiapkan rumah sakit apabila terjadi komplikasi.

Dalam kesempatan yang sama, Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik Departemen Perempuan dan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Mulya Rahma Karyanti mengatakan, campak sangat menular dan infeksius, dan satu anak terinfeksi bisa menularkan hingga ke 18 orang lain. Yang dikhawatirkan, katanya, apabila anak-anak yang punya campak dan rubella ini juga menularkan ke ibu hamil.

Jika ibu tersebut terinfeksi, lanjutnya, bayi yang dikandungnya bisa cacat. "Kalau kena rubella, bahkan bisa menyebabkan buta, katarak, tuli, dan kelainan jantung, serta gangguan perkembangan. Kita sudah ada datanya, begitu kita kumpulkan. Kemudian kalau kena campak ibu hamil, itu malah bisa keguguran bayinya. Jadi seorang ibu yang hamil itu sangat-sangat rentan," bebernya.

Mulya menyebutkan, campak dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh anak, pneumonia, diare hingga dehidrasi berat, bahkan ensefalitis atau peradangan pada jaringan otak. Dia berharap dengan edukasi yang rutin, cakupan imunisasi campak bisa mencapai lebih dari 95 persen. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.
Jumat, 11 Sep 2026 14:44 WIB

Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

Pencarian 5 jurnalis hilang di perairan Gunung Anak Krakatau diperluas.
Rabu, 09 Sep 2026 17:11 WIB

Diduga Hilang Dua Hari di Selat Sunda, Lima Jurnalis Belum Ditemukan

Hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau belum juga ditemukan.
Selasa, 08 Sep 2026 06:20 WIB

Bandara Beroperasi Kembali, Anak Sekolah Masih Pembelajaran Jarak Jauh

Hari ini Bandara Soekarno Hatta mulai beroperasi kembali, pembelajaran jarak jauh sekolah masih berlaku.
Minggu, 06 Sep 2026 09:09 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

Hujan abu vulkanik sudah mencapai wilayah Bogor dan Bandara Soekarno Hatta ditutup.