x  skyscraper
x  skyscraper

AHY 'Curhat' Soal Perang AS-Israel Lawan Iran ke Rekan Sesama Akabri 2000

WARTALENTERA - Momen Ramadan tahun ini membuat Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedih. Pasalnya, Ramadan berbarengan dengan eskalasi perang Israel-AS melawan Iran yang mengguncang geopolitik, dirasakan juga di Indonesia.

AHY menjelang berbuka puasa menyempatkan hadir di Buka Puasa Bersama Pamor Persada Akabri 2000 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Pamor Persada beranggotakan semua alumni taruna dari 4 matra yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian yang lulus tahun 2000.

Di tengah-tengah berbuka puasa, AHY curhat soal eskalasi perang Israel-AS melawan Iran. "Sedih, karena Ramadan, bulan suci untuk beribadah, puasa, berbarengan dengan perang (Israel-AS melawan Iran)," kata AHY di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, perang Israel-AS melawan Iran, menekankan perlunya mencegah konflik tersebut meluas menjadi perang dunia ketiga. Sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY khawatir dampak konflik itu mengguncang geopolitik, mengganggu penerbangan, serta mengancam stabilitas ekonomi dan energi global. 

AHY juga menyoroti risiko terhadap lintas penerbangan internasional. Dia menyebut maskapai penerbangan harus menghitung ulang rute mereka demi menjaga faktor keselamatan penumpang. Menurut dia, penggunaan rudal dan misil jarak jauh dalam konflik tersebut membuat ruang udara di sekitar kawasan konflik menjadi tidak terprediksi dan berbahaya bagi penerbangan sipil.

“Kita tetap mengantisipasi dan berharap ini bisa dimitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan. Namun, maskapai pasti akan menghitung kembali karena faktor keselamatan adalah nomor satu. Namanya perang menggunakan rudal jarak jauh, lintasannya sulit diprediksi,” jelasnya.

Selain aspek keselamatan, AHY memperingatkan konflik itu bukan hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia. Dia menggarisbawahi potensi krisis pada sektor energi global mengingat posisi strategis Timur Tengah dalam rantai pasok minyak dan gas bumi. "Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir. Karena jika terus berlanjut, ini akan menyebabkan tantangan berat di sektor ekonomi, termasuk ketahanan energi dunia,” ujar AHY.

Terakhir, AHY mengaku mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berupaya menjadi jembatan perdamaian untuk meredakan konflik. Dia mengharapkan perang segera berakhir dan situasi di Timur Tengah kembali kondusif, sambil memantau mitigasi dampak langsung di sektor infrastruktur dan transportasi. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu