x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Iran Ajukan 5 Syarat untuk Hentikan Perang, Apa Saja?

WARTALENTERA - Ada lima syarat yang diminta Iran untuk menghentikan perang. Jika tidak dipenuhi, Iran akan tetap terus membela diri.

Hal ini juga menjadi bentuk ketegasan Iran untuk tidak mau tunduk pada kendali Amerika Serikat (AS). Itu sebabnya 15 usulan AS dalam proposal negosiasi, ditolak mentah-mentah.

Sikap keras itu diungkap seorang sumber politik-keamanan tingkat tinggi kepada Press TV, Kamis (26/3/2026). Sumber tersebut menegaskan, Teheran tidak akan membiarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menentukan kapan perang harus berakhir.

“Kami akan terus membela diri sampai kondisi yang disebutkan di atas terpenuhi, dan Iran akan mengakhiri perang ketika mereka sendiri yang memutuskan untuk melakukannya, bukan menurut apa yang dianggap Trump tepat untuk mengakhirinya,” kata sumber tersebut.

Masih kata sumber itu, Amerika Serikat beberapa kali mencoba membuka jalur negosiasi melalui berbagai saluran diplomatik. Namun proposal yang diajukan dinilai terlalu menuntut, berlebihan, dan tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Teheran menilai usulan-usulan itu bukan jalan keluar, melainkan bagian dari pola tekanan yang berulang. Pengalaman dua putaran perundingan sebelumnya pada musim semi dan musim dingin 2025 disebut menjadi bukti, jalur negosiasi kerap dipakai bukan untuk meredakan konflik, melainkan untuk membeli waktu sebelum tekanan militer ditingkatkan.

Atas dasar itu, Teheran memutuskan menolak proposal terbaru Amerika yang disampaikan melalui mediator regional.

Sumber tersebut menegaskan, respons Iran disampaikan secara negatif dan disertai pesan yang jelas: Teheran siap melanjutkan pembelaan diri dan memberikan pukulan lebih keras terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.

Lalu, apa saja lima syarat tersebut?

Pertama, penghentian agresi dan pembunuhan yang dilakukan pihak musuh.

Kedua, terciptanya kondisi objektif yang menjamin perang serupa tidak akan terulang.

Ketiga, adanya jaminan pembayaran ganti rugi dan denda akibat perang, berikut mekanisme pelaksanaan yang jelas dan terdefinisi.

Keempat, penghentian perang di seluruh lini, termasuk seluruh faksi Perlawanan yang terlibat dalam pertempuran di berbagai kawasan.

Kelima, pengakuan resmi atas hak Iran untuk menjalankan kedaulatan atas Selat Hormuz, disertai jaminan pelaksanaan kewajiban pihak-pihak lain terkait jalur strategis tersebut.

Sumber tersebut mengatakan, lima syarat itu merupakan tambahan atas tuntutan Iran yang sebelumnya telah disampaikan dalam putaran kedua negosiasi di Jenewa, beberapa hari sebelum serangan Amerika-Israel pada Maret lalu.

Teheran juga disebut telah memberi tahu para mediator yang terlibat dengan itikad baik, gencatan senjata tidak akan pernah lahir dari tekanan sepihak atau manuver diplomatik kosong.

Posisi Teheran jelas: tidak ada penghentian perang sebelum syarat-syarat Iran diterima.

Sikap ini menunjukkan Iran tidak sedang mencari jeda tempur semata, melainkan berupaya memaksa lahirnya tatanan pascaperang yang menguntungkan posisi strategisnya.

Dengan kata lain, perang ini bagi Iran tidak akan ditutup dengan hanya kesepakatan diam-diam, melainkan dengan pengakuan atas syarat politik, militer, dan regional yang mereka tetapkan sendiri.

Jika posisi ini bertahan, maka peluang de-eskalasi dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh satu hal, apakah Washington dan Tel Aviv siap menerima realitas yang gagal mereka ubah di medan perang. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu