x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

USD Melemah, Gara-Gara Pernyataan The Fed

Editor :

WARTALENTERA - Nilai tukar USD terhadap Rupiah melemah. Pagi ini, Selasa (31/3/2026) nilai tukar 1USD sebesar Rp16.987.

Nilai itu menguat 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.987 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.002 per USD. Analis mata uang dari Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve (The Fed).

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari Kepala The Fed (Jerome) Powell dan pejabat The Fed William (Federal Reserve Bank of New York John C. Williams)," katanya.

Mengutip Anadolu, Selasa (31/3/2026) Powell disebut menyampaikan bahwa bank sentral AS tak melihat kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap guncangan harga minyak baru-baru ini.

Alasannya adalah ekspektasi inflasi tetap terkendali dan pengetatan kebijakan yang dilakukan sekarang dapat membebani perekonomian di kemudian hari.

Powell menyampaikan Fed belum menghadapi titik bahwa mereka perlu menanggapi harga energi yang lebih tinggi dengan kenaikan suku bunga, karena para pembuat kebijakan masih belum mengetahui dampak ekonomi secara penuh dari perang Iran dan tekanan harga terkait tarif.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 45 persen dalam sebulan pasca serangan AS-Zionis Israel terhadap infrastruktur minyak Iran dan Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.

Karena itu, suku bunga Fed yang dipertahankan dalam kisaran 3,5-3,75 persen dinilai oleh Powell tetap pada posisi yang baik bagi pihaknya di tengah ketegangan geopolitik dan dampaknya terhadap inflasi.

Dirinya memperingatkan bahwa menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap guncangan pasokan minyak dapat terbukti kontraproduktif, karena kebijakan moneter bekerja dengan jeda waktu dan mungkin baru mulai menahan pertumbuhan pasca dampak kenaikan harga minyak telah mereda.

Adapun William menyinggung pasar tenaga kerja AS yang melemah. Lukman menerangkan bahwa pasar tenaga kerja dalam kondisi buruk, seperti tercatat pada bulan lalu bahwa perekonomian As kehilangan 92 ribu pekerjaan.

"Sebagai gambaran, untuk ekonomi AS, pertumbuhan pekerjaan yang ideal adalah minimal di atas 100 ribu hingga 15 ribu per bulan," ujarnya.

Di sisi lain, Lukman memperkirakan penguatan rupiah akan terbatas mengingat sentimen pasar umumnya masih negatif dan harga minyak masih naik. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp1.950-Rp17.050 USD. (vit)

Berita Terbaru
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.
Minggu, 25 Okt 2026 13:29 WIB

Dari Gelaran WCCE 2026 hingga Eksistensi Pasar Wiwitan di SCBD

Ekonomi kreatif harus menjadi pemersatu tanpa perbedaan. Disampaikan di forum WCCE 2026.
Sabtu, 24 Okt 2026 09:01 WIB

Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Pemerintah menangani kebakaran hutan di Kalimantan Selatan dengan penyediaan sumber air beserta sarana dan prasarana.
Jumat, 23 Okt 2026 21:05 WIB

Tingkatkan Pertumbuhan Ekosistem Kreatif Nasional, Bank Artha Graha Internasional Gandeng WCCE 2026

Bank Artha Graha Internasional menjadi mitra strategis dalam ajang The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.