x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Diikuti 1.100 Siswa, Agenda Masak Besar Jadi Kelas Gizi yang Seru

WARTALENTERA - Agenda Masak Besar dalam bingkai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 06 dan SDN 07, Pulo Gebang, Jakarta Timur, disambut antusias ribuan siswa.

Kegiatan Masak Besar yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) tersebut membawa misi besar: mengenalkan pentingnya gizi seimbang dengan cara yang paling menyenangkan—melalui lidah dan kebersamaan. Ini merupakan salah satu langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memupuk kualitas kesehatan anak bangsa.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, yang didampingi oleh influencer kuliner kenamaan, Bobon Santoso.

Sebanyak 1.100 siswa penerima manfaat merasakan langsung kehangatan program ini yang terdiri dari 570 siswa dari SDN 07 Pulo Gebang, dan 540 siswa dari SDN 06 Pulo Gebang. Mereka juga didampingi jajaran tenaga pendidik.

Edukasi di balik suapan

Lebih dari sekadar memuaskan rasa lapar, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kelas terbuka. Sambil menikmati hidangan, para siswa diajak menyelami makna pola makan sehat yang menjadi bahan bakar utama kreativitas dan aktivitas belajar mereka.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menuturkan bahwa kegiatan Masak Besar ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun kesadaran gizi di masyarakat.

"Masak Besar ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar anak-anak memahami pentingnya gizi seimbang sejak dini," ujar Sony.

Pendekatan santai dan populer 

Ia menambahkan bahwa kehadiran sosok seperti Bobon Santoso bukan tanpa alasan. Pendekatan yang santai dan populer diharapkan mampu meruntuhkan dinding kaku edukasi kesehatan, sehingga pesan tentang nutrisi bisa meresap lebih dalam ke benak generasi muda.

"Kolaborasi ini diharapkan menciptakan multiplier effect, mulai dari peningkatan kesehatan anak, perubahan pola hidup sehat, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," lanjut Sony.

Sepanjang acara, binar mata para siswa menunjukkan betapa mereka menikmati pengalaman belajar yang berbeda ini. Praktik langsung di lapangan terbukti jauh lebih berkesan daripada sekadar membaca teori di buku teks.

Menutup rangkaian acara, Sony menegaskan bahwa langkah BGN tidak akan berhenti di Pulo Gebang. Komitmen untuk memperluas jangkauan program MBG terus diperkuat demi menyapa anak-anak di pelosok daerah lainnya.

"Melalui MBG, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang cukup dan pemahaman yang baik tentang pola hidup sehat," ucapnya. (inx)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu