x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Debottlenecking, Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Negara

WARTALENTERA - Pemerintah tidak akan menambah pajak negara. Itu yang ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, langkah itu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang sedang dalam tahap pemulihan.

Purbaya mengaku komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan tarif pajak maupun memperkenalkan jenis pajak baru dalam waktu dekat adalah benar. Purbaya menyatakan bahwa fokus otoritas fiskal saat ini adalah memperkuat basis penerimaan melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan menutup kebocoran, alih-alih menambah beban tarif.

“Kami tidak akan menaikkan tarif pajak atau memperkenalkan pajak baru sebelum kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat benar-benar membaik,” ujar Purbaya belum lama ini.

Purbaya menjelaskan bahwa penguatan struktur ekonomi nasional tetap bertumpu pada konsumsi domestik, investasi, dan perdagangan. Untuk memastikan mesin pertumbuhan tersebut berjalan optimal, pemerintah mengandalkan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Satgas itu bertugas melakukan debottlenecking atau penguraian hambatan birokrasi dan teknis yang selama ini menghambat dunia usaha. Dengan meminimalkan sumbatan tersebut, pemerintah optimistis sektor swasta dapat berekspansi lebih cepat. "Kami akan terus jaga sektor swasta agar tetap tumbuh, salah satunya melalui Satgas P2SP untuk mengatasi hambatan-hambatan bisnis di lapangan,” jelasnya.

Selain instrumen fiskal, Purbaya menyoroti peran krusial aparat penegak hukum dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif hingga ke level daerah. Kepastian hukum dinilai sebagai variabel kunci yang menjadi pertimbangan utama para investor global maupun domestik.

Sinergi antara pemerintah dan penegak hukum diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan bagi pelaku usaha. Purbaya meminta para pengusaha untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan kendala atau praktik yang menghambat operasional bisnis mereka.

“Jika ada hambatan dalam bisnis atau investasi, bisa langsung dilaporkan dan akan segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Kolaborasi ini penting untuk memperkuat kepercayaan investor,” tegas Purbaya.

Langkah kolaboratif itu menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ketidakpastian global, sekaligus memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu