x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Daya Beli Rakyat Terjun Bebas, Mimpi Punya Rumah di Ambang Kolaps

Editor :

WARTALENTERA - Daya beli masyarakat Indonesia semakin merosot dan kian tak sanggup membeli rumah. Jika ini terus berlanjut, Indonesia bakal menghadapi kesulitan menghadapi ancaman serius krisis kepemilikan hunian.

Laporan terbaru Bank Indonesia (BI) mengungkap realitas pahit bahwa masyarakat kini tak lagi sekadar sulit, namun mulai kehilangan kemampuan untuk membeli rumah. Tekanan ekonomi yang masif dan kenaikan biaya hidup telah memukul daya beli hingga ke titik nadir, memicu kontraksi pasar properti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Selasa (12/5/2026) menunjukkan indikator yang sangat mengkhawatirkan. Sektor properti tipe kecil—yang biasanya menjadi tumpuan masyarakat menengah bawah dan pembeli rumah pertama (first-time buyers)—mengalami kejatuhan fatal.

Penjualan rumah tipe kecil di pasar primer mencatatkan kontraksi mengerikan sebesar 45,59 persen (yoy) pada triwulan I 2026. Angka ini menjadi tamparan keras mengingat pada periode sebelumnya, sektor ini sempat mencatatkan pertumbuhan optimistis sebesar 17,32 persen (yoy).

Secara agregat, berikut kondisi pasar properti nasional:

  • Total Penjualan Rumah: Anjlok sebesar 25,67 persen (yoy), berbanding terbalik dengan pertumbuhan 7,83 persen pada akhir 2025.
  • Rumah Tipe Besar: Terkontraksi sebesar 8,03 persen (yoy).
  • Rumah Tipe Menengah: Meski tumbuh 8,28 persen (yoy), namun secara kuartalan (qtq) tetap terperosok ke zona negatif sebesar 10,72 persen.
Kemerosotan ini bukan tanpa alasan. Survei BI mengidentifikasi "lima monster" yang mencekik sektor properti dan menghambat akses rakyat terhadap hunian layak.

Pemerintah didesak untuk segera melakukan intervensi terhadap beberapa tantangan utama. Pertama, melambungnya Harga Bahan Bangunan (20,97 persen) yang menekan margin pengembang dan mendongkrak harga jual.

Tantangan kedua, benang kusut perizinan atau birokrasi (18,15 persen) yang menjadi hambatan administratif dan masih menjadi momok efisiensi. Ketiga, masalah suku Bunga KPR (16,47 persen) sehingga beban cicilan semakin tidak terjangkau oleh gaji bulanan.

Tantangan keempat adalah uang muka (DP) yang tinggi (12,16 persen) sehingga menjadi penghalang utama bagi generasi muda untuk memulai KPR. Selanjutnya, beban perpajakan (11,28 persen) sebagai komponen biaya tambahan yang kian memberatkan konsumen.

Stagnasi harga di tengah lesunya pasar

Ironisnya, di saat penjualan anjlok, kenaikan harga rumah baru justru melambat. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I 2026 hanya tumbuh tipis 0,62 persen (yoy), melandai dari 0,83 persen pada kuartal sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pengembang menahan kenaikan harga, masyarakat tetap tidak mampu membeli. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah bahwa persoalan utama bukan lagi sekadar stok atau harga, melainkan daya beli yang telah mencapai batas limitnya.

Jika tidak ada terobosan kebijakan yang radikal dari sisi pembiayaan maupun pemangkasan birokrasi, maka "Backlog" perumahan di Indonesia diprediksi akan menjadi bom waktu sosial yang siap meledak di masa depan. (inx)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.