x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Anak Sering Mimisan? Jangan Panik, Simak Cara Mengatasinya

WARTALENTERA - Anak-anak usia di bawah 10 tahun rentan terhadap mimisan (keluar darah dari hidung). Penyebab anak mimisan yakni kebiasaan sering mengorek hidung, infeksi saluran napas, rhinitis alergi, hingga adanya benda asing dalam hidung.

Mimisan sangat jarang terjadi pada masa bayi, namun merupakan hal yang umum terjadi pada anak berusia 2-10 tahun. Mimisan sendiri makin jarang timbul setelah anak mencapai masa pubertas.

Dari berbagai sumber disebutkan mimisan biasanya terjadi pada musim dingin dan udara kering, serta cenderung lebih sering terjadi pada pagi hari. Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan mimisan pada anak akan berhenti sendiri tanpa efek jangka panjang.

Jenis mimisan dibagi berdasarkan sumber perdarahannya, yaitu mimisan anterior (dari bagian depan hidung) dan mimisan posterior (dari bagian belakang hidung). Sekitar 90 persen kasus mimisan berasal dari perdarahan hidung bagian depan yang merupakan lokasi Pleksus Kiesselbach

Pleksus Kiesselbach adalah suatu daerah tempat menyatunya pembuluh darah arteri karotis internal dan eksternal. Selaput mukosa yang tipis serta letak di area depan hidung, menyebabkan pleksus sangat mudah terpapar oleh udara yang kering maupun trauma. Mimisan posterior sendiri lebih jarang terjadi pada anak, dan umumnya terjadi pada orang dewasa.

Dokter Helena Purba menjelaskan penyebab mimisan pada anak yang paling sering adalah trauma ringan, yaitu akibat mengorek-ngorek hidung. Penyebab umum lainnya adalah trauma langsung lain pada hidung, infeksi saluran napas, rhinitis alergi, adanya benda asing dalam hidung, paparan udara yang kering dan panas, serta penggunaan obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid dalam jangka lama.

"Penyebab mimisan lain yang lebih jarang terjadi dan biasanya menimbulkan perdarahan yang lebih hebat adalah kelainan bentuk pembuluh darah, leukemia, tumor hidung, serta penyakit akibat gangguan faktor pembekuan darah," katanya.

Diagnosis dan tata laksana mimisan sangat tergantung dari lokasi dan penyebab perdarahannya. Mimisan dapat terjadi tanpa adanya tanda apapun sebelumnya, kemudian mendadak darah mengalir perlahan dari salah satu atau terkadang kedua lubang hidung.

Apabila jumlah darah cukup banyak, maka darah dapat mengalir ke belakang dan masuk ke dalam lambung sehingga menyebabkan anak mual dan memuntahkan darah.

Pada kasus mimisan, dokter akan memeriksa lokasi sumber perdarahan serta mencari risiko kemungkinan penyebab mimisan lain yang tidak umum melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Pada kasus mimisan yang berat, terkadang diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan besarnya kehilangan darah dan fungsi faktor pembekuan darah, endoskopi hidung, serta pemeriksaan rontgen untuk mencari kemungkinan penyebabnya.

Kebanyakan kejadian mimisan akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa menit dan tidak memerlukan tindakan medis apapun. Apabila perdarahan terus berlanjut, dokter akan memasukkan tampon ke dalam lubang hidung yang berdarah. Bila diperlukan, maka akan dilakukan penutupan pembuluh darah yang pecah dengan kauter.

Namun, Helen menambahkan jika mimisan sering terjadi, berlangsung lebih dari 20 menit, atau disertai dengan gejala lain seperti pendarahan di tempat lain, pucat, atau kelelahan ekstrem, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Mimisan yang berulang atau parah bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius, seperti gangguan pembekuan darah atau hipertensi. Penanganan medis yang tepat dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (vit)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu