x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Pemilu 2029, Parpol Wajib Punya Kuota Caleg Perempuan Minimal 30 Persen

Editor :

WARTALENTERA-Pemilu 2029, Parpol wajib ajukan kuota caleg perempuan minimal 30 persen. Parpol dengan kuota caleg perempuan dibawah 30 persen bisa didiskualifikasi. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Pasal 245 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terkait aturan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif.

Dalam putusan perkara Nomor 128/PUU-XXIV/2026 MK menegaskan partai politik peserta pemilu dapat didiskualifikasi di daerah pemilihan tertentu apabila tidak memenuhi kuota keterwakilan perempuan. Ketua MK, Suhartoyo, menyatakan permohonan para pemohon dikabulkan untuk sebagian.

"Amar putusan, mengadili, mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian," kata Ketua MK Suhartoyo pada sidang pengucapan putusan perkara Nomor 128/PUU-XXIV/2026 di Ruang Sidang Pleno Gedung I MK, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026). MK menilai Pasal 245 UU Pemilu bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai KPU wajib menggugurkan partai politik yang tidak memenuhi kuota perempuan minimal 30 persen pada daftar bakal calon legislatif.

Permohonan uji materi ini diajukan oleh empat perempuan, yakni Maya Novita Sari, Imas Dion Febriani, Cahya Camila, dan Fatati Nailul Munadia. Para pemohon menilai aturan sebelumnya tidak memiliki sanksi tegas bagi partai politik yang melanggar ketentuan keterwakilan perempuan.

Akibatnya, ketentuan kuota 30 persen dinilai tidak efektif diterapkan dalam proses pemilu. Dalam pertimbangannya, MK menyebut ketentuan tanpa sanksi tersebut bertentangan dengan prinsip pemilu yang jujur dan adil, kepastian hukum, serta hak memperoleh perlakuan khusus untuk mencapai kesetaraan gender.

Hakim Konstitusi Adies Kadir menjelaskan, MK menilai aturan lama menyebabkan norma hukum menjadi tidak efektif karena partai politik tetap dapat mengikuti pemilu meskipun tidak memenuhi syarat keterwakilan perempuan. Sementara itu, Hakim Konstitusi Asrul Sani menegaskan keberadaan kuota perempuan merupakan bentuk jaminan konstitusional untuk mendorong keterwakilan perempuan dalam pengambilan kebijakan publik.

Sebelumnya, para pemohon mencontohkan sejumlah daerah pemilihan yang tetap meloloskan partai politik meski tidak memenuhi kuota perempuan, seperti di Trenggalek dan Tulungagung. Melalui putusan ini, MK memerintahkan agar putusan dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia dan berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan pemilu mendatang. (sic)

Berita Terbaru
Jumat, 30 Okt 2026 10:54 WIB

Pembangunan MRT Monas-Harmoni Rampung, Segera Sulap Kawasan Pasar Baru

Kawasan Pasar Baru bakal disulap menjadi wisata kuliner 24 jam.
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.