WARTALENTERA - Sidang tahunan MPR RI 2026 digelar. Sidang yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta itu dihadiri Presiden dan Wakil Presiden. Setelan jas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencuri perhatian tamu undangan dan pengamat mode.
Pagi tadi, Jumat (14/8/2026) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenakan setelan jas bergaya tree hole bottom slim fit saat menghadiri sidang. Dia memilih jas berwarna biru tua yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi biru muda.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenakan setelan jas slim fit. (dok AFP/internet)
Pengamat mode dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta seperti yang dilansir kantor berita Antara, menilai jas dengan model slim fit yang dikenakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merepresentasikan semangat anak muda.
"Gaya ini secara langsung merujuk pada keinginan untuk mewakili generasi muda seperti gen Z dan milenial, simbol dinamisme dan efisiensi," kata Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dana menilai Gibran ingin mempertegas posisinya sebagai jembatan bagi anak muda ke dalam sistem birokrasi yang tidak kaku dan kolot, sekaligus menjaga penampilannya tetap berada di dalam koridor formal tata krama kenegaraan.
Pilihan warna biru menghadirkan tampilan formal dengan kombinasi yang relatif sederhana. Jas biru tua juga menjadi elemen utama dalam penampilan Gibran pada agenda kenegaraan tersebut.
Kemeja putih dan dasi biru muda melengkapi jas berwarna biru tua yang dikenakan Gibran. Perpaduan tersebut membuat keseluruhan busana terlihat sederhana tanpa banyak permainan warna. Dia juga mengenakan kopiah hitam sebagai bagian dari busananya. Aksesori tersebut melengkapi penampilannya dalam agenda resmi, sekaligus mempertahankan unsur busana yang lekat dengan identitas Indonesia.
Kombinasi jas bergaya tree hole bottom, kemeja putih, dasi biru muda, dan kopiah hitam memperlihatkan perpaduan antara potongan busana formal modern dengan elemen yang umum digunakan dalam kegiatan kenegaraan.
Keseluruhan pilihan busana tersebut tetap berada dalam palet warna yang sederhana dan sesuai dengan suasana acara resmi. Alhasil, gayanya rapi dan tidak terkesan berlebihan.
Kesederhanaan menjadi salah satu unsur yang terlihat dalam pilihan busana Gibran. Dia tidak menggunakan motif atau ornamen tradisional yang dominan, melainkan mengandalkan potongan jas dan perpaduan warna sebagai bagian utama dari penampilannya.
Busana dalam agenda kenegaraan dapat berfungsi sebagai uniform of leadership yang mencerminkan keseriusan dan posisi pemakainya. Identitas Indonesia juga tidak selalu harus ditampilkan melalui motif atau warna tradisional secara langsung.
Pilihan busana formal seperti ini menunjukkan adanya ruang untuk mengeksplorasi gaya kenegaraan Indonesia. Unsur budaya dapat diterapkan melalui berbagai cara tanpa membuat tampilan menjadi terlalu ramai.
Penggunaan wastra Nusantara, misalnya, dapat ditempatkan pada elemen yang lebih kecil seperti dasi, saputangan saku, detail kain, atau aksesori. Pendekatan tersebut memungkinkan elemen tradisional hadir sebagai pelengkap dalam busana formal.
Disebutkan, Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 menjadi salah satu agenda tahunan penting. Rangkaian acara mencakup pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai laporan kinerja lembaga negara, pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 RI, serta penayangan video mengenai pencapaian pemerintah selama satu tahun terakhir.
Agenda itu turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, mantan presiden dan wakil presiden, serta pimpinan partai politik. Kehadiran para tokoh negara dan politik itu melengkapi rangkaian sidang yang menjadi momentum penyampaian kinerja pemerintahan sekaligus arah kebijakan ke depan. (vit)