x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Trailer Film “Keluarga Super Irit” Ungkap Drama Bertahan Hidup dengan Rp 5.000 Sebulan

Editor :

WARTALENTERA-Falcon Pictures baru saja merilis trailer film terbaru mereka, “Keluarga Super Irit,” pada Sabtu, yang mengungkap gaya hidup ekstrem sebuah keluarga yang hanya menghabiskan Rp 5.000 per bulan untuk kebutuhan hidup.

Cuplikan trailer memperlihatkan interaksi antara karakter Linda (diperankan Widi Mulia) dan suaminya, Toni Sukaharta (diperankan Dwi Sasono), yang membeberkan praktik hemat mereka yang luar biasa. “Pengeluaran kita cuma 5.000 sebulan,” ujar Linda dengan nada bangga. Toni, yang mendengarnya, langsung melontarkan respons kaget, “Aku kaget, aku enggak siap.”

Dalam adegan awal trailer, Linda memperkenalkan konsep “Botol Cawik,” yaitu botol air khusus untuk membatasi pemakaian air keluarga mereka menjadi hanya satu liter per orang per hari untuk mandi dan mencuci. Upaya ini dilakukan demi memangkas biaya air dan memaksimalkan sisa pengeluaran untuk kebutuhan pokok lain.

Potongan dialog lain memperlihatkan beragam cara hemat unik mereka, mulai dari praktik belanja di minimarket demi mendapatkan kembalian Rp 50 perak untuk donasi, hingga aksi Linda yang super perhitungan saat membeli daging di pasar. “Beli 1 kilo bersih, dagingnya doang. Pakai timbangan saya saja,” pinta Linda kepada pedagang yang kebingungan.

Kesulitan ekonomi keluarga ini juga tergambar ketika Toni dan Linda memutuskan untuk pindah rumah demi mengurangi pengeluaran. “Bapak sama ibu udah sepakat. Kita harus pindah rumah,” ujar Toni, sambil memperlihatkan kondisi rumah baru mereka yang sederhana. Meski begitu, Toni menekankan bahwa kebersamaan keluarga lebih penting ketimbang kemewahan. “Walaupun atapnya jerami, lantainya tanah, tapi lebih baik di sini. Rumah kita sendiri,” katanya.

Dalam trailer, Toni pun tampak diliputi perasaan bersalah melihat kesulitan hidup keluarganya. “Aku gagal, sampai nyeret kalian tinggal di tempat kayak gini,” ucapnya lirih. Namun, kekuatan ikatan keluarga tetap mendominasi. “Kita mau tinggal di mana pun, enggak akan merubah kita ini, sebagai keluarga,” kata Toni. Kenny, si bungsu yang cerdas (diperankan Den Bagus Satrio Sasono), menegaskan, “Kata kuncinya adalah ‘Kita.’”

Film “Keluarga Super Irit” diadaptasi dari komik laris karya Yim Chang Ho asal Korea Selatan, yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer (BIP) Gramedia. Selain keluarga Dwi Sasono, film ini juga menghadirkan aktor-aktor seperti Indro Warkop, Onadio Leonardo, Oki Rengga, Dayu Wijanto, dan Coki Pardede.

Menurut Indro Warkop, cerita film ini akan menjadi sindiran yang menarik. “Ini sebetulnya adalah sebuah ungkapan yang paradoks di tengah kita yang sekarang konsumtif banget, dan kita berbicara mengenai sebuah hal yang irit kayak gitu,” ujar Mahatkarta Indrodjojo Kusumonegoro, nama lengkap Indro.

Film garapan sutradara Danial Rifky ini diumumkan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 Juni mendatang.

Berita Terbaru
Selasa, 15 Sep 2026 22:38 WIB

Kata Pertama Suahasil Jadi Menteri Keuangan, Ingin Jaga Keuangan Negara

Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Selasa, 15 Sep 2026 18:50 WIB

129 Penumpang Masih Hilang, Notice to Mariners Disebar

Pemerintah fokus optimalkan pencarian dan penanganan penumpang tenggelam KMP Virgo Transport 8.
Senin, 14 Sep 2026 14:22 WIB

Korban Tenggelam KMP Virgo Transport 8 Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 114 korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Sabtu, 12 Sep 2026 17:11 WIB

Kangen Band Disebut Bubar, Personelnya Ungkap Ada Kezaliman

Kangen Band, grup musik pop Melayu asal Lampung sejak 2005 dikabarkan bubar.
Jumat, 11 Sep 2026 22:08 WIB

Program Beras Jumat, Bukti Peduli Masyarakat Sekitar di Lingkungan Kerja

Program Beras Jumat telah dilakukan Artha Graha Peduli bersama Hotel Borobudur Jakarta sejak era 90-an hingga saat ini.
Jumat, 11 Sep 2026 17:22 WIB

Ini Alasan Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan di Papua Pegunungan Molor

Rencana pembangunan tiga gedung pemerintahan di Papua Pegunungan terpaksa molor.