x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Cegah Penipu Modus File APK Kuras Rekening, WhatsApp Siapkan Fitur Baru

WARTALENTERA - Kejahatan scammer lewat digital merajalela dengan berbagai modus. Sejumlah penipuan yang marak terjadi, salah satunya modus file APK atau yang bisa disebut sniffing.

Modus penipuan file APK ini biasanya dilancarkan melalui pesan singkat WhatsApp (WA). Penipu biasanya bakal memberikan file APK kepada calon korbannya.

File yang diberikan biasanya berupa file yang diunduh oleh si korban. File APK yang diunduh mengandung malware yang berbahaya untuk keamanan data.

Biasanya, file berupa APK diunduh dari sumber yang tidak resmi. Namun, banyak pengguna Android yang mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, sehingga perangkat rentan terkena malware.

Jika sudah menyusup, malware dapat mencuri data pribadi, merusak perangkat, atau bahkan mengakses akun bank. Untuk meminimalisasi modus penipuan jenis ini, WhatsApp tengah menguji sebuah fitur keamanan baru.

Kali ini untuk mencegah pengguna mengklik link palsu atau berbahaya. Melansir android police, Kamis (31/10/2024) menulis, fitur ini sudah mulai terlihat dalam versi beta sekitar sebulan lalu.

WhatsApp akan menampilkan opsi untuk melakukan verifikasi pada link melalui Google Search. Saat itu, fitur hanya berguna pada pesan yang diteruskan (forward) saja.

Saat diklik akan muncul fungsi dan info terkait tautan serta mencarinya sebagai teks. Fitur link info ini terdapat dalam bagian WhatsApp beta 2.24.22.19.

Terdapat perubahan kecil pada versi baru tersebut. Kali ini, link yang diverifikasi bukan hanya berasal dari yang diteruskan (forward) terlalu sering.

Namun berfungsi pada semua link yang dikirimkan. Untuk mengecek link yang diterima, pengguna hanya harus menekan lama pada link.

Berikutnya akan muncul opsi Dapatkan Info Tautan (Get Link Info). Klik opsi tersebut maka akan ada pilihan untuk melakukan pencarian Google terkait link tersebut.

Dengan begitu bisa menjaga pegguna dari link yang mencurigakan. Belum diketahui apakah fitur ini akan dirilis kepada seluruh pengguna WhatsApp.

Mengenali Penipuan APK

Meskipun WA sudah membuat "jaring pengaman" bagi penggunanya, ada baiknya kita juga mengenal modus penipuan dengan APK. Jangan sampai Anda yang jadi korban berikutnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (31/10/2024), berikut adalah cara mengenal penipuan APK:

1. Permintaan Izin yang Tidak Wajar

Biasanya aplikasi yang meminta izin yang tidak wajar seperti dapat mengakses kontak atau pun file penyimpanan di ponsel. Sebaiknya aplikasi yang meminta hal-hal tersebut dihindari karena bisa jadi aplikasi tersebut dapat mengambil data-data pribadi dan menyebarkannya.

Sebaliknya, aplikasi seharusnya meminta izin untuk mengakses hal-hal yang sesuai dengan kinerja aplikasi tersebut. Seperti aplikasi Instagram yang meminta akses untuk kamera karena terdapat kebutuhan untuk memotret atau aplikasi Google Maps yang meminta akses lokasi penggunanya.

2. Sumber Tidak Resmi

Aplikasi resmi biasanya sudah terpasang dari pengembang ponsel maupun pengembang suatu brand. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba untuk mengunduh aplikasi yang diberikan oleh orang sembarangan ataupun mengunduh aplikasi dari WhatsApp.

Untuk mengamankan, biasanya beberapa ponsel sudah memiliki keamanan sistem untuk menolak instalasi aplikasi dari sumber yang meragukan.

3. Ulasan Negatif dan Rating Rendah

Aplikasi yang aman seharusnya memiliki ulasan yang positif dari para penggunanya. Ulasan yang positif menggambarkan kepercayaan para pengguna terhadap aplikasi yang digunakan.

Ulasan negatif sejalan dengan rating dari aplikasi tersebut. Skala rating di toko aplikasi biasanya ditunjukkan dari 1 hingga 5. Rating atau bintang 1 berarti rendah, dan rating atau bintang 5 berarti tinggi. (sic)

Berita Terbaru
Senin, 08 Jun 2026 22:07 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dipinang Persija Jakarta

WARTALENTERA - Shin Tae-yong (STY) akhirnya berlabuh di Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bakal menjadi pelatih kepala baru mereka mulai musim
Senin, 08 Jun 2026 11:57 WIB

Rangkaian Gempa Bumi di Sulawesi Bukan Karena Megathrust

WARTALENTERA - Aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina diprediksi yang menyebabkan rangkaian gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi yang
Senin, 08 Jun 2026 08:23 WIB

Profesor Johan Silas, Tokoh Arsitek Ini Berpulang

WARTALENTERA - Profesor Johan Silas, tokoh arsitek dan pendidikan Indonesia tutup usia. Prof Silas dikabarkan meninggal hari ini, Senin (8/6/2026) melalui
Minggu, 07 Jun 2026 18:38 WIB

Huntara Ini Menampung Korban Bencana Tanah Bergerak

WARTALENTERA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari,
Sabtu, 06 Jun 2026 15:28 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kurangi Efek Rumah Kaca

WARTALENTERA - Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim", PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

38 Tahun Penantian Itu Berbuah Manis!

WARTALENTERA - Timnas Indonesia bikin gegap gempita seluruh Gelora Bung Karno (GBK) tadi malam. Setelah penantian selama 38 tahun, akhirnya tim Garuda mampu