WARTALENTERA – Pabrik Baja milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., yakni Hot Strip Mill 1 (HSM 1), dipastikan beroperasi lagi tahun ini. Fasilitas ini dihentikan sementara karena terbakar pada Juni 2023 lalu.
Demikian disampaikan Wakil Menteri BUMN Dony Oskaria di sela-sela kunjungannya ke Kawasan Industri Krakatau Cilegon, termasuk HSM 1, Cold Rolling Mill, Kamis (14/11/2024).
“Operasi pabrik baja HSM 1 dalam tahun ini. Kami pun berharap manajemen saat ini dapat membawa Krakatau Steel menjadi perusahaan baru dengan memperhatikan keberlanjutan usaha,” ujar Donny.
Sekadar informasi, fasilitas HSM 1 Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi baja Hot Rolled Coil/Plate hingga 2,4 juta ton per tahun. Kebutuhan produk baja HRC mayoritas digunakan untuk bahan baku pipa baja, alat berat, kapal, industri otomotif maupun kebutuhan infrastruktur.
Sementara itu, fasilitas pabrik Cold Rolling Mill menghasilkan produk baja Cold Rolled Coil/Plate dengan kapasitas hingga 850.000 ton per tahun. Hasil produk baja tersebut biasanya digunakan untuk bahan baku industri otomotif, galvanis, galvalum, maupun produk baja-baja hilir untuk konstruksi maupun kebutuhan rumah tangga.
Donny menekankan, Krakatau Steel merupakan BUMN strategis yang dapat menyokong kemajuan industri nasional. Bahkan, bisa berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan begitu, proses transformasi bisnis hingga restrukturisasi keuangan emiten pelat merah ini jadi salah satu fokus pemegang saham.
“Kami mendukung proses restrukturisasi dan transformasi Krakatau Steel yang saat ini dijalankan sebagai solusi yang menyeluruh, termasuk operasi pabrik baja HSM 1,” tutur Donny.
Plt Direktur Utama Krakatau Steel, Muhammad Akbar Djohan, menjelaskan bahwa saat ini proses recovery fasilitas pabrik HSM 1 masih berlangsung dan diharapkan dalam waktu dekat siap untuk beroperasi kembali.
“Saat ini kami sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk perencanaan penjualan agar ketika nanti pengoperasian kembali fasilitas pabrik HSM 1 dilakukan, semua sudah tinggal menjalankan produksi sesuai dengan kebutuhan order,” tutur Akbar dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Lentera.
Akbar menyebut Krakatau Steel saat ini terus melanjutkan transformasinya melalui restrukturisasi maupun pengembangan strategi bisnis. Dengan reaktivasi fasilitas HSM 1 dan didukung dengan fasilitas lain, potensi Krakatau Steel untuk bangkit dan bertumbuh pesat disebut sangat mungkin dilakukan.
“Terlebih dengan dukungan dari pemerintah untuk kemandirian industri nasional. Kami berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi dan mendorong kemajuan industri baja nasional dengan keberlanjutan usaha Krakatau Steel,” ucap Akbar. (inx)


