WARTALENTERA-Ahli Teknologi Pangan dari Universitas Trilogi, Hermawan Seftino, menegaskan bahwa galon air minum berbahan PET yang penyok tetap aman dikonsumsi. Menurutnya, perubahan bentuk galon tersebut tidak memengaruhi kualitas air di dalamnya. “Itu peristiwa wajar dan enggak akan berpengaruh ke kualitas airnya. Masyarakat enggak perlu khawatir soal ini,” kata Hermawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Hermawan menjelaskan bahwa perubahan bentuk galon biasanya terjadi karena berkurangnya volume air di dalam kemasan, yang menyebabkan ruang kosong semakin besar. Ketika air mengalir keluar, tekanan dari luar menjadi lebih besar daripada tekanan di dalam, sehingga sisi galon dapat menjadi penyok. “Peluang menjadi penyok akan semakin besar dengan adanya gaya gravitasi saat air mengalir keluar,” ujarnya.
Bahan PET Lebih Rentan Bentuk Ulang, Tapi Aman
Menurut Hermawan, kondisi tersebut sangat wajar mengingat bahan Polyethylene Terephthalate (PET) yang digunakan pada galon tidak sekuat bahan polikarbonat (PC). Meski demikian, ia memastikan bahwa bahan PET tidak melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam air minum.
“Perubahan bentuk galon tersebut tidak membahayakan kesehatan karena tidak melepaskan kimia apapun dari kemasan ke dalam air minum,” ujar Hermawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Trilogi.
Ia mencontohkan galon atau botol PET ukuran 1 liter ke bawah juga akan penyok bila ditekan dari luar saat tidak terisi penuh. Namun, selama volume air masih penuh, bentuk galon akan tetap stabil.
Estetika Terganggu, Tapi Kualitas Tetap Terjaga
Meski menyebut galon penyok tidak berbahaya, Hermawan mengakui bahwa bentuk yang berubah bisa mengurangi estetika kemasan. “Memang dari sisi tampilan bisa terlihat kurang menarik, tapi ini tidak ada hubungannya dengan kualitas air di dalamnya,” jelasnya.
Video Viral Galon Penyok Tuai Salah Paham
Sebelumnya, beredar sebuah video di TikTok yang memperlihatkan galon PET penyok saat digunakan di atas dispenser. Video yang diunggah oleh akun @komenwarga62 itu mempertanyakan kualitas air karena kondisi galon tampak penyok. Namun diketahui, video tersebut merupakan hasil modifikasi dari tayangan lain yang lebih dulu viral. Dalam video sebelumnya, netizen justru menganggap galon penyok adalah hal yang lumrah dan tidak berbahaya.
Banyak warganet bahkan mencibir pengunggah video yang dinilai kurang memahami jenis dan karakteristik bahan kemasan air minum. Mereka menyebut isu ini mirip dengan kontroversi Bisphenol A (BPA) yang digunakan dalam galon polikarbonat, yang kerap dikaitkan dengan persaingan bisnis air kemasan (kom)


