warta lentera great work
spot_img

Pencarian Helikopter Jatuh di Tanah Bambu Berlanjut, 16 Personel Gabungan Diturunkan

Bupati bentuk Satgas Aksi Cepat untuk tambahan misi pencarian.

WARTALENTERA-Pencarian helikopter jatuh di Tanah Bambu berlanjut, 16 personel gabungan diturunkan. Sebuah helikopter berpenumpang delapan orang hilang kontak sejak kemarin.

Helikopter jenis PK-RGH milik operator Eastindo hilang kontak saat terbang dari Bandar Udara WAOK menuju WAGG pada ketinggian 3.000 kaki. Helikopter lepas landas pukul 00.46 UTC atau 07.46 WIB dengan perkiraan tiba pukul 02.15 UTC atau 09.15 WIB.

Namun, kontak terakhir tercatat pukul 00.54 UTC atau 07.54 WIB, sekitar 10 menit setelah lepas landas atau pada posisi 10 nautical mile dari WAOK. Kepala Siaga SAR Batulicin Abdul Aziz menyebutkan, tim terdiri dari empat personel SAR dan 12 personel Brimob langsung dikerahkan sejak Senin (1/9/2025) pagi.

“Pesawat dilaporkan hilang kontak di ketinggian 3.000 kaki, dan saat ini kami perkirakan berada di kawasan pegunungan Kecamatan Mentewe,” kata Aziz, Selasa (2/9/2025). Ia mengungkapkan kendala utama pencarian di lapangan karena minim sinyal komunikasi sehingga tim hanya mengandalkan radio.

Untuk sementara, titik kumpul pencarian dipusatkan di KM 51 rest area Mentewe, sebelum tim menyebar menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuh helikopter tersebut. Bupati Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Andi Rudi Latif juga segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aksi Cepat Tanah Bumbu sebagai misi pencarian dan penyelamatan bagi penumpang helikopter yang hilang kontak di wilayah Mantewe.

Andi Rudi menunjuk Komandan Kodim 1022/TNB Letkol Inf Zierda Aulia Salam dan Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya sebagai Koordinator Satgas Aksi Cepat Tanah Bumbu. “Satgas ini dibentuk sebagai aksi cepat untuk pencarian korban kecelakaan helikopter yang diduga jatuh di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu,” jelasnya, Selasa (2/9/2025).

Ia merinci, Satgas ini terdiri atas unsur TNI/Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, relawan, dan bertugas selama proses pencarian berlangsung. Usai dibentuk, Satgas langsung terjun bergerak menuju lokasi melakukan pencarian korban.

Seluruh personel dibekali peralatan dan logistik yang cukup untuk beberapa hari ke depan. Diketahui, helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air penerbangan dari Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), diperkirakan jatuh di sekitar Air Terjun Mandin Damar Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu.

Kontak terakhir posisi empat kilometer di sekitaran Air Terjun Mandin Damar pada 3° 6’54.58″S 115°41’21.62″E atau jarak tempuh 71,5 Kilometer dengan waktu tempuh tujuh jam dari Unit Siaga SAR. Helikopter lepas landas dari Bandara Syamsir Alam, Kabupaten Kotabaru, Senin, sekitar pukul 08.46 WITA dengan perkiraan tiba di Bandara Palangka Raya pada Senin pukul 10.15 WITA.

Namun, kontak terakhir tercatat Senin pukul 08.54 WITA sebelum pesawat tidak lagi dapat dihubungi AirNav dari Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan, maupun Palangka Raya, dan laporan hilang kontak diterima pada Senin pukul 12.02 WITA.

Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, yakni Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular