warta lentera great work
spot_img

Petisi Tembus 217.584 Orang, Minta Gus Miftah Dicopot dari Utusan Presiden

Usai hina penjual es, video lawas lawakan dengan Yeti Pesek bikin netizen makin geram.

WARTALENTERA – Petisi yang meminta agar Gus Miftah dicopot dari jabatan sebagai utusan khusus presiden, sudah ditandatangani oleh 217.584 orang. Petisi ini muncul setelah video Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh saat acara keagamaan, menjadi viral di linimasa.

“Atas dasar peristiwa ini, saya membuat petisi agar teman-teman yang melihat petisi ini mau meluangkan waktunya untuk memberikan tanda tangan agar Bapak Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali jabatan yang diberikan ke Gus Miftah,” ujar penggagas petisi Dika Prakasa dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (6/12/2024).

Dika menilai sikap Gus Miftah tidak mencerminkan perilaku Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengatakan Gus Miftah tidak memberikan contoh baik untuk masyarakat.

“Dalam pidato Bapak (Presiden Prabowo), sangat jelas bahwa Bapak sangat menghormati, menghargai mereka-mereka yang bekerja sebagai pedagang, tukang bakso, nelayan, dan pekerja di lapisan masyarakat menengah lainnya. Mereka yang bekerja dan menghasilkan uang secara halal,” katanya.

“Tapi sekarang, salah satu utusan bapak memberikan contoh sebaliknya. Jika ini terus dibiarkan, secara tidak langsung pemerintahan yang bapak pimpin ikut tercoreng,” ujarnya menambahkan.

Apa yang dilakukan oleh Gus Miftah, lanjutnya, adalah gambaran karakter asli pria pernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu. Sebab, kejadian seperti ini sudah terjadi beberapa kali.

“Untuk itu, agar jajaran bapak sejalan dengan bapak, segera copot Gus Miftah!” tulisnya dalam petisi itu.

Dilihat di change.org pukul 08.08 WIB, petisi itu dimulai pada Rabu (4/12/2021). Saat ini petisi itu sudah ditandatangani oleh 217.584 orang, untuk hari ini saja sudah 174.038 orang yang menandatangani petisi ini.

Pernah menyinggung Yati Pesek

Usai video Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh vital, netizen kembali geram melihat gaya bercanda Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukungan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu terhadap seniman sekaligus komedian senior Yati Pesek.

Dalam video lawas yang menampilkan pertunjukan wayang kulit bersama dalang Ki Warseno Slank, Gus Miftah tampil bersama Yati Pesek. Video ini beredar di media sosial, Kamis (5/12/2024).

Dalam penampilan lintas generasi tersebut, Yati Pesek tampak kurang nyaman dengan Candaan yang dilontarkan Gus Miftah.

“Niki wau lagune ‘Bajing Loncat.’ Baj***ane kula ajak munggah (Ini tadi lagunya berjudul ‘Bajing Loncat.’ Baji***n-nya gue ajak naik panggung) ha ha ha,” kata Miftah Maulana seraya memperkenalkan Yati Pesek. Video ini viral dan banjir kecaman publik.

Ironisnya sejumlah penonton ikut menertawakan penampilan Yati Pesek yang tampil santun berbusana muslim hitam dengan hijab berwarna senada. Mulanya, Yati Pesek menegur Miftah Maulana baik-baik.

“Ngonekne aku kok njur baji**** (ngatain gue kok ya baji****),” ucap Yati Pesek.

“Lo punika lagune ‘Baji**** Loncat’ niku wau tha (Lo itu lagunya kan ‘Baji**** Loncat’ tadi kan)?” sahut Miftah Maulana.

“Sampeyan saiki arepa enom ning dadi guruku lo (kamu ini meskipun muda jadi guruku, lo),” Yati Pesek mengingatkan. Bukannya menghentikan materi candaan sampai di sini, Miftah Maulana malah makin menjadi.

“Kula niku bersyukur Bude Yati elek, mila dadi sinden. Nek ayu dadi lon** ta (Gue itu bersyukur muka Bude Yati jelek, makanya jadi sinden. Kalau cantik jadi lon**)? Ha ha ha… Mboten bude nggih (Oh, enggak ya)?” Miftah Maulana mengoceh.

Makin ironis, karena sejumlah penonton masih menertawakan celotehan Miftah Maulana. Yati Pesek tampak menata hati dan responsnya. Ia mencoba mengingatkan mengapa ucapan Miftah Maulana menjadi seperti ini. Sindiran halus pun dilontarkan.

“Saiki kok dadi suarane kaya ngono? Oh, untung Gus, Gus sampeyan ki neng kene saiki dadi ora ustaz kok ya? Ora ustaz kok ya? Kiai yo dudu (sekarang kok ucapannya jadi begini? Beruntung Gus, kamu di sini tidak sedang jadi ustaz ya? Bukan ustaz ya? Kiai juga bukan)?” katanya.

Miftah Maulana lantas menjelaskan dengan perumpamaan bahwa kulitnya sedang mengelupas. Saat bertemu dalang, ia ikut mendalang. Saat berada di lingkungan lain, Miftah Maulana akan menyesuaikan diri.

Sampai di sini, suasana pertunjukan wayang kulit mulai sejuk. Yati Pesek kemudian menlontar candaan soal laki-laki yang tergila-gila pada perempuan namun cintanya tak kesampaian. Tema yang sebenarnya lazim.

“Dik Warseno, iki arepe cah enom, niki waune neng jan-jane gandrung kalih kula. Ning ora gol dadi suarane kaya ngono kuwi (Dik Warseno, meski dia muda, dia sebenarnya jatuh cinta sama saya. Tapi tak kesampaian makanya ucapannya jadi kayak begitu),” cetus Yati Pesek.

Jadi bulan-bulanan netizen

Situasi menjadi kurang nyaman karena Miftah Maulana merespons dengan “candaan” versinya lagi. Kali ini soal (maaf) payudara perempuan yang sudah paruh baya.

“La sakniki mbasan ajeng kula tenani Pak De, kula malah khawatir mo**r disik. La kula iso keracunan. Sampun expired niki su**ne (Lah sekarang pas mau gue seriusi Pak De, gue khawatir nanti mati duluan karena keracunan. Sudah basi ini su**nya),” cetusnya.

Sampai di sini, Yati Pesek hanya bisa merespons singkat, “Ngawur!” Sang dalang lantas mencoba menengahi dengan mengingatkan bahwa yang basi pun pada hakikatnya masih bisa bermanfaat dan memberi kebaikan.

Tempe busuk misalnya, masih bisa dipakai sebagai bumbu dapur dan menghasilkan sajian kuliner enak. Tapai pun berasal dari singkong difermentasi dan jadi kuliner yang bertengger di restoran papan atas. Miftah Maulana pun jadi bulan-bulanan netizen.

“Maaf, saya tidak ada intensi apa pun ke Pak Miftah. Tapi saya ingin bertanya ke Bpk. Presiden @prabowo : kenapa orang seperti Pak Miftah diangkat jadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama? Video terlampir ini menimbulkan pertanyaan serius ttg kredibilitasnya,” cuit @addtaufiq, kemarin.

Cuitan ini disukai lebih dari 13 ribu orang. “Liat responnya Mbak Yati Pesek aja udah gak nyaman gitu, masih aja diterusin. Ancen cang***e arek iki wis rusak,” akun Twitter terverifikasi ‘Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini’ merespons. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular