warta lentera great work
spot_img

Selangkah Lagi Timor Leste Bergabung ke ASEAN, Diprediksi Oktober 2025

Dapat dukungan penuh dari para Menlu ASEAN, termasuk Indonesia.

WARTALENTERA-Selangkah lagi bagi Timor Leste untuk bergabung dalam ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), diprediksi paling lambat Oktober 2025. Negara yang dahulu merupakan bagian dari Indonesia itu, tinggal selangkah lagi menjadi negara ke-11 yang akan bergabung ke ASEAN.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan di sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, memuji Timor Leste telah membuat kemajuan yang berarti dalam mengimplementasikan peta jalan menuju keanggotaan penuh ASEAN. Timor Leste, yang merdeka dari Indonesia pada 2002 dan merupakan negara termuda di Asia Tenggara, telah lama mengajukan permohonan bergabung dengan ASEAN.

Permohonan keanggotaan resminya diajukan sejak 2011 dan memperoleh status pengamat pada 2022. Meski demikian, masih terdapat kekhawatiran tentang kesiapan negara tersebut untuk berpartisipasi secara efektif dalam agenda pembangunan ASEAN, mengingat Timor Leste menghadapi tantangan serius seperti tingginya angka kemiskinan, pengangguran, kekurangan gizi, dan ketergantungan terhadap sektor minyak.

“Negara-negara anggota ASEAN sekarang akan mulai melaksanakan prosedur hukum domestik masing-masing dengan tujuan untuk merampungkan proses aksesi Timor-Leste pada KTT ASEAN ke-47 dan KTT terkait di bulan Oktober, mudah-mudahan,” ujar Mohamad Hasan, dikutip Senin (26/5/2025).

Dalam konferensi pers KTT ASEAN, ia menyampaikan, bahwa para menteri luar negeri ASEAN memberikan dukungan kuat terhadap keanggotaan penuh Timor Leste, khususnya dalam upaya negara tersebut memenuhi sisa kriteria yang ditetapkan. Meski tidak dijelaskan secara rinci masalah yang masih belum terselesaikan, Timor Leste disebut telah menunjukkan kemajuan dalam aspek kelembagaan dan teknis yang menjadi bagian dari roadmap aksesi.

Dukungan terhadap keanggotaan penuh Timor-Leste juga didapat dari Indonesia. Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap adopsi pedoman aksesi instrumen hukum ASEAN oleh Timor-Leste.

“Timor-Leste telah menunjukkan kemajuan nyata. Proses ini harus bersifat praktis, mendukung, dan mempercepat integrasi, bukan menghambatnya,” sebutnya.

Ia juga menyerukan solidaritas dan bantuan teknis berkelanjutan dari seluruh negara anggota ASEAN guna mendukung perjalanan Timor-Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN. Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, telah lama menjadi tokoh kunci dalam kampanye keanggotaan ASEAN.

Keinginan rakyat Timor Leste untuk memperkuat hubungan perdagangan, pendidikan, dan integrasi ekonomi menjadi pendorong utama di balik upaya ini. Meskipun, sebagian pihak di dalam negeri mengakui bahwa negara tersebut belum sepenuhnya siap.

Timor Leste juga masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia, dua aspek penting yang dinilai krusial untuk mendukung partisipasi aktif dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jika keanggotaan Timor Leste disahkan pada KTT Oktober mendatang, maka ASEAN akan resmi memiliki 11 anggota, memperkuat posisi blok ini sebagai kekuatan ekonomi dan geopolitik utama di kawasan Asia Tenggara. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular