warta lentera great work
spot_img

Siswi SMAN 2 Kudus Meninggal, SPPG Purwosari: Tidak Terkait MBG

Mendiang menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP.

WARTALENTERA – Seorang siswi SMAN 2 Kudus meninggal dunia. Sontak hal ini memicu spekulasi bahwa siswi bernama Rizza Meiliana Azzahara, itu meninggal dunia karena terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akan tetapi, hal ini diklarifikasi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari. Kepala SPPG Purwosari Nasihul Umam menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Nasihul menjelaskan, Rizza diketahui telah menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 SMP. Kondisi kesehatan tersebut mengharuskan yang bersangkutan menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November lalu. Selebihnya, siswi tersebut tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan.

“Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang,” lanjutnya.

Ia menambahkan, sejak Januari 2025, Rizza tercatat belum pernah kembali berangkat ke sekolah, sehingga secara otomatis tidak termasuk dalam penerima paket MBG.

“Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG,” kata Nasihul.

Nasihul mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terlebih menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Sebelumnya, lebih dari seratus siswa SMAN 2 Kudus mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (29/1/2026). Mereka dirujuk ke rumah sakit, dan tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap.

Namun, seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular