warta lentera great work
spot_img

Jalan Tol Surabaya–Gempol Dukung Konektivitas Regional

Koridor penghubung antara Surabaya, Sidoarjo, dan Gempol.

WARTALENTERA – Jalan Tol Surabaya–Gempol sepanjang ±49 kilometer yang dikelola oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan kontribusi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur.

Ruas tol itu menjadi salah satu koridor vital yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, hingga Pasuruan serta terintegrasi dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa yakni Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pasuruan, dan Gempol-Pandaan yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

Keberadaan Tol Surabaya–Gempol memberikan efisiensi perjalanan bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Perjalanan dari Surabaya menuju wilayah Gempol dan sekitarnya yang melalui jalan arteri dapat memerlukan waktu lebih dari satu jam pada kondisi lalu lintas padat. Dengan memanfaatkan ruas tol, perjalanan dapat ditempuh lebih cepat dan terprediksi, sehingga mendukung mobilitas harian masyarakat maupun kelancaran distribusi logistik.

Sebagai koridor penghubung antara Surabaya, Sidoarjo, dan Gempol, Tol Surabaya–Gempol memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan dengan meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan.

Menurut perhitungan aplikasi peta digital, perjalanan dari wilayah Surabaya menuju Gempol melalui jalan arteri dapat memerlukan waktu lebih dari satu jam. Dengan memanfaatkan Ruas Tol Surabaya–Gempol, waktu tempuh perjalanan dapat dipangkas hingga sekitar ±30–40 menit sehingga perjalanan menjadi lebih efisien, nyaman, dan terprediksi.

Efisiensi waktu tempuh tersebut tidak hanya mendukung mobilitas harian masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor logistik dan distribusi barang. Ruas Tol Surabaya–Gempol menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan industri di Surabaya dan Sidoarjo menuju wilayah Pasuruan serta jaringan Jalan Tol Trans Jawa, sehingga mendukung kelancaran rantai pasok dan aktivitas ekonomi regional.

Selain mendukung konektivitas antarwilayah, Tol Surabaya–Gempol juga mempermudah akses menuju berbagai kawasan industri, pusat logistik, serta destinasi wisata di wilayah Jawa Timur seperti kawasan wisata Trawas, Tretes, dan sekitarnya. Kemudahan akses ini turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah serta memperkuat daya saing kawasan.

“Jalan Tol Surabaya–Gempol tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga menjadi penghubung penting yang mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo di Surabaya, Sabtu (7/2/2026).

Dia menyebutkan kehadiran ruas tol itu membantu masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan perjalanan yang lebih efisien, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa yang berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah. JTT berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan dan keandalan infrastruktur agar manfaat jalan tol dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh pengguna jalan.

Melihat peran strategis ruas itu, Ria menambahkan bahwa JTT secara konsisten melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin guna menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol. Upaya tersebut meliputi pemeliharaan perkerasan jalan, optimalisasi fasilitas keselamatan, serta pemantauan kondisi lalu lintas secara berkala guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan nyaman.

Selain menjaga keandalan infrastruktur, JTT juga terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung pertumbuhan wilayah sekitar jalan tol. Kehadiran Tol Surabaya–Gempol menjadi bagian dari komitmen JTT dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan, JTT juga menyediakan fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Ruas Tol Surabaya–Gempol, yaitu di KM 754 A arah Gempol dan KM 753 B arah Surabaya. Fasilitas tersebut dilengkapi berbagai sarana pendukung seperti area parkir, toilet, tempat ibadah, area kuliner, serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular