WARTALENTERA – Sindikat Jurnalis Palestina (Palestinian Journalists Syndicate/PJS) melaporkan bahwa sebanyak 232 jurnalis dan pekerja media telah gugur akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (31/7/2025), PJS menyampaikan bahwa jumlah korban tersebut terdiri dari jurnalis laki-laki dan perempuan yang menjadi sasaran serangan langsung saat menjalankan tugas jurnalistik.
Korban terbaru adalah Ibrahim Hajjaj, seorang jurnalis foto yang tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Al-Daraj, Kota Gaza, saat mendokumentasikan agresi yang tengah berlangsung.
PJS menyatakan duka mendalam atas gugurnya Hajjaj, sembari menegaskan bahwa semangat dan pesan perjuangannya akan terus hidup. “Meskipun ada upaya untuk membungkam dan meneror pers, pesan Hajjaj tidak akan pernah padam,” tegas PJS.
Organisasi non-pemerintah itu juga mengutuk keras penargetan jurnalis, termasuk Hajjaj, sebagai bentuk eksekusi lapangan yang disengaja dan sistematis. Tindakan tersebut disebut sebagai upaya membungkam suara kebenaran Palestina dan mengintimidasi profesional media.
PJS menyalahkan Zionis Israel atas tindakan brutal ini dan menyerukan komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna melindungi para jurnalis serta mengadili pelaku pelanggaran hak asasi manusia.
Dalam pernyataan tersebut, PJS juga mendesak pertanggungjawaban penuh Israel atas kejahatan terhadap jurnalis dan mengingatkan pentingnya solidaritas global terhadap kebebasan pers dan perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik.(kom)


