warta lentera great work
spot_img

PDIP Pastikan Pertemuan Megawati-Prabowo Bakal Terjadi

Menunggu momentum sebelum Pilkada serentak?

WARTALENTERA – PDI Perjuangan (PDIP) memastikan pertemuan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto bakal terjadi.

Pertemuan itu seharusnya terjadi sebelum Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo, resmi berkuasa pada 20 Oktober. Namun, hingga hari ini, kedua pimpinan partai tersebut belum juga bertemu. Namun, pembicaraan yang telah lama ditunggu-tunggu itu akhirnya ditunda.

Menurut Ketua Umum PDI-P Chico Hakim, rencana pertemuan itu masih berlangsung, dan akan berlangsung beberapa waktu sebelum rakyat Indonesia di seluruh nusantara memilih gubernur berikutnya.

“Saya yakin pertemuan itu akan berlangsung sebelum 27 November. Kalau Anda tanya saya, saya yakin 100 persen mereka akan bertemu,” kata Chico seperti disiarkan BTV.

Chico mengakui bahwa “sulit untuk memastikan” tanggal pastinya, dengan mengatakan bahwa bisa saja ada perubahan. Politikus PDI-P itu juga mengaitkan penundaan sebelumnya dengan “jadwal yang padat” kedua pimpinan partai.

Tak lama setelah dilantik, Prabowo mengajak seluruh anggota kabinet Merah Putihnya untuk melakukan retret ala militer ke Magelang guna membangun kerja sama tim dalam pemerintahan yang baru dilantik. Di sisi lain, Megawati saat ini tengah fokus mengamankan kemenangan pilkada di 545 daerah.

Meski begitu, kedua pimpinan partai sudah menggelar pertemuan dengan pejabat senior mereka untuk membahas kebijakan dan masalah teknis lainnya.

“Kita juga melihat penunjukan pimpinan DPR dan pimpinan komisi berjalan baik, tanpa ada perdebatan di DPR. Ini semua berkat komunikasi dan dukungan yang baik dari Ibu Megawati maupun Bapak Prabowo,” kata Chico.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“(Pertemuan) Pasti akan terjadi. Karena Pak Prabowo adalah Presiden dari seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertemuan kedua tokoh tersebut akan terjadi karena mantan duet di Pilpres 2009 ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang. “Menjadi sahabat itu dibangun sejak lama antara Bu Mega dan Pak Prabowo,” katanya.

Saat ini Prabowo adalah Pre­siden untuk seluruh rakyat Indo­nesia, maka tinggal menunggu momentum saja pertemuan dengan Megawati. “Kemarin kan Pak Prabowo sedang mempersiapkan seluruh menteri-menterinya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengatakan si­laturahim antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto yang baru saja dilantik tak ter­batas pada momentum waktu pelantikan Presiden.

“Insya Allah segera akan ber­temu, silaturahim itu tidak bisa kemudian dibatasi sebelum pel­antikan atau saat pelantikan atau belum pelantikan,” kata Puan.

Bukan oposisi

PDI-P tidak memiliki perwakilan kabinet di bawah pemerintahan Prabowo. Meski tidak memiliki menteri PDI-P, partai ini menolak menyebut diri sebagai oposisi.

“Kami lebih suka menyebut diri sebagai penyeimbang. Oposisi itu kan memang keras, tapi sifatnya sama saja,” kata Chico seraya menambahkan bahwa PDI-P akan mendukung kebijakan yang pro rakyat dan mengkritik kebijakan yang tidak pro rakyat.

Ia menambahkan: “Kami mendukung pemerintah dengan cara kami sendiri. Mendukung bukan berarti tidak mengkritik. Kami ingin memberikan solusi alternatif yang konstruktif agar pemerintah tetap fokus pada kemakmuran rakyat.” (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular