WARTALENTERA-Siswa kelas 5 SD mulai belajar coding dan AI (artificial intelligence) mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Rencana tersebut dipastikan oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Ma’ruf El Rumi.
Menurutnya, pendidikan di Indonesia tengah bersiap menghadapi era digitalisasi dengan langkah progresif. Ia menyebut, pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan coding akan mulai diperkenalkan sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD).
“Mulai kelas 5, dan akan dimulai pada tahun ajaran baru, tetapi itu sifatnya masih opsional dan belum menjadi mata pelajaran wajib. Ini juga dalam rangka adaptasi dengan teknologi, karena mau tidak mau sekarang ini mereka (para siswa) sudah tidak bisa dilepaskan dengan AI,” kata Ma’ruf El Rumi, melansir Antara, Selasa (18/3/2025).
Ia menegaskan, pembelajaran AI dan coding bertujuan agar para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam perkembangannya. “Yang menjadi perhatian kita yakni ketika belajar AI tidak membuat kita menjadi end user, tetapi membuat kita bisa menjadi pelaku utamanya. Selama ini kan kita hanya sebagai pengguna, bukan sebagai pelaku. Maka, dengan mata pelajaran coding dan AI, diharapkan siswa dan masyarakat Indonesia bisa menjadi pelaku utama dalam teknologi AI,” yakinnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pembelajaran AI dan coding tidak sekadar mengajarkan aspek teknis, tetapi juga melatih kreativitas serta pola pikir siswa dalam mencari solusi dari berbagai permasalahan. “Yang tidak kalah penting yakni membuat perspektif atau kognitif yang berbeda menjadi lebih kreatif. Karena coding dan AI itu bukan tentang bagaimana teknologinya, melainkan bagaimana membentuk perspektif dalam cara berpikirnya, jadi membuat mereka lebih kreatif, mencari solusi terkait persoalan-persoalan yang ada,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga telah menegaskan bahwa meskipun bersifat opsional, mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan adalah langkah penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan. Menurutnya, inisiatif tersebut adalah bagian dari digitalisasi pendidikan yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang dapat mengembangkan sejumlah kemampuan siswa, seperti kreativitas dan kolaborasi.
Mempelajari coding dan AI, lanjutnya, tak sekedar untuk menamatkan pendidikan di jenjang tertentu, tetapi agar kemampuan-kemampuan non-akademik mereka juga dapat dikembangkan. Sehingga dapat membantu di dunia kerja nantinya. (sic)


