warta lentera great work
spot_img

Buka Blokade, Truk Bantuan Kemanusiaan Bisa Kembali Masuk Jalur Gaza

PBB terus dorong bantuan kemanusiaan lain berdatangan.

WARTALENTERA-Buka blokade, beberapa truk berisi bantuan kemanusiaan akhirnya diperbolehkan kembali masuk Jalur Gaza, kemarin, setelah hampir tiga bulan dblokade total oleh Israel. “Bantuan yang dibawa meliputi makanan, obat-obatan, dan pasokan lainnya,” tulis pernyataan otoritas Israel dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melansir laman Washington Times, Selasa (20/5/2025), lima truk yang membawa makanan bayi dan bantuan lain yang sangat dibutuhkan telah memasuki Gaza melalui penyeberangan Kerem Shalom. PBB menyebutnya sebagai “perkembangan baik” dan terus mengusahakan kesinambungan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Pakar keamanan pangan pekan lalu memperingatkan tentang risiko kelaparan di Gaza. Selama gencatan senjata yang diakhiri Israel, Maret lalu, sekitar 600 truk bantuan memasuki Gaza setiap hari.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, keputusannya untuk melanjutkan bantuan terbatas dan “mendasar” ke Gaza muncul setelah sejumlah sekutu mengatakan mereka tidak dapat mendukung serangan militer Israel yang diperbarui jika ada “gambaran kelaparan” yang datang dari wilayah Palestina. Kepala Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengatakan bahwa beberapa truk pertama adalah “setetes air di lautan dari apa yang sangat dibutuhkan.”

Ia mengatakan, menurut laporan COGAT yang bertugas di perbatasan, empat truk PBB tambahan diizinkan memasuki Gaza. Truk-truk itu mungkin masuk Rabu (21/5/2025) besok. Fletcher menambahkan, bahwa mengingat situasi yang kacau di lapangan, PBB memperkirakan bantuan tersebut dapat dijarah atau dicuri, yang telah menjadi masalah di tehgah blokade Israel dan langkanya sumber daya.

Ia mendesak Israel untuk membuka beberapa penyeberangan di Gaza utara dan selatan untuk memungkinkan aliran bantuan yang teratur. Israel selama akhir pekan lalu meluncurkan gelombang baru operasi udara dan darat di Gaza, dan militernya memerintahkan evakuasi di kota terbesar kedua, Khan Younis, tempat Tel Aviv melakukan operasi besar-besaran sebelumnya dalam perang 19 bulan yang menyebabkan sebagian besar wilayah itu hancur.

Israel mengatakan, serangannya adalah upaya untuk menekan kelompok pejuang Palestina Hamas agar membebaskan para sandera tersisa yang diculik dalam serangan 7 Oktober 2023. Hamas mengatakan, mereka hanya akan membebaskan sandera tersisa dengan imbalan gencatan senjata yang langgeng dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular