warta lentera great work
spot_img

Primadona Wisata Gorontalo, Foto Bareng Hiu Paus Si Ikan Besar Berbintik

Berbasis wisata kolaborasi dan prinsip konservasi berkelanjutan.

WARTALENTERA-Wisata hiu paus di Gorontalo kian menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak artis dan influencer yang datang berkunjung dan mengabadikan momen mereka dengan ikan besar berbintik itu, sehingga makin banyak orang yang mengetahui lokasi wisata laut itu.

Salah satu fokus utama pengelolaan Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo adalah wisata hiu paus di Desa Botubarani. Kawasan yang berada di Kecamatan Kabilabone, Kabulaten Bone Bolango ini, terus dikembangkan berbasis kolaborasi dan prinsip konservasi berkelanjutan.

Hiu paus kerap muncul dekat pantai dan mudah dijangkau dari pusat Kota Gorontalo. Perihal ini, Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penguatan dilakukan sesuai Permen KP Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Kolaborasi melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo. Ketiganya menyepakati penguatan pengelolaan kawasan, khususnya di wilayah perairan Botubarani.

Pembahasan meliputi penerapan SOP pemanfaatan kawasan dan pengawasan aktivitas wisata hiu paus. Standar ini menjaga interaksi tetap aman bagi manusia dan biota laut.

“Kolaborasi ini untuk memastikan wisata hiu paus sesuai kaidah konservasi,” jelas PLT Kepala Bidang PRL dan PSDKP DKP Provinsi Gorontalo Hartaty Isima, melansir RRI, Kamis (22/5/2025). Ia menyebut, Lanal Gorontalo memperkuat pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan ilegal di kawasan konservasi.

Kehadiran mereka juga memastikan keamanan wisatawan. Terutama, dalam berinteraksi dengan hiu paus.

Ia juga melanjutkan, wisata berbasis edukasi dan konservasi memberi manfaat ekonomi dan ekologi. Sehingga, masyarakat lokal dilibatkan dalam menjaga kelestarian kawasan secara aktif.

Sementara itu, praktik destructive fishing (penangkapan ikan merusak ekosistem laut/red) dicegah melalui pengawasan gabungan dan pemantauan terpadu di lapangan. “Langkah ini menjaga habitat hiu paus dan biota lain tetap lestari,” yakinnya. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular