WARTALENTERA - Kolaborasi 18 penyelam dari TNI AL dan Naval History and Heritage Command (NHHC) US Navy berhasil mencapai situs bersejarah karamnya kapal perang AS USS Houston di perairan Selat Sunda, di utara Pulau Panjang, Banten.
Kedua institusi itu menggelar kegiatan penyelaman bersejarah (historical dive) dengan 18 penyelam, terdiri atas 12 penyelam TNI AL yang tergabung dalam Naval Historical Dive (NHD) dan enam personel Naval History and Heritage Command (NHHC) US Navy.
Baca juga: Cek Kesiapan Keselamatan dan Kelaiklautan Kapal Angkutan Nataru 2027
Historical dive di situs karamnya USS Houston merupakan rangkaian dari Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Latma CARAT) 2026 yang diikuti oleh TNI AL dan Angkatan Laut AS dan Korps Marinir AS.
Historical dive USA Houston digelar di bawah koordinasi Asops KSAL Laksda TNI Yayan Sofiyan dan Komandan Satgas Penyelaman Kolonel Laut (PM) Juang Pawana, dan Director on Duty (DoD) Kolonel Laut (P) Yudo Ponco Ari.
Baca juga: Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL
Wakil Komandan Komando Pasukan Katak (Wadan Kopaska) TNI AL Agus Yudho Kristianto selaku inspektur upacara menyampaikan historical dive USS Houston merupakan bagian dari diplomasi sejarah yang dilakukan oleh TNI AL bersama Angkatan Laut Amerika Serikat.
“Penyelaman di situs karamnya USS Houston melibatkan sejumlah unsur TNI AL, yaitu Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal), Komando Pasukan Katak (Kopaska), Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba), serta Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten,” ujarnya di Banten, Kamis (5/11/2026).
Baca juga: Fokus Penanganan Bencana, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Batal
Atase Korps Marinir AS untuk Indonesia (Marines Attaché) Lieutenant Colonel (LtCol) Tyler Bahn menyambut baik penyelaman bersama antara dua negara di perairan Selat Sunda. “Ini merupakan upaya selama bertahun-tahun bersama mitra Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap dan melindungi situs peristirahatan terakhir korban perang Amerika Serikat serta kapal ini, yang menjadi pengingat penting dari masa lalu,” jelasnya.
Melalui kegiatan itu, TNI AL dan US Navy memperkuat upaya bersama untuk menjaga warisan dan memori sejarah, menghormati pengorbanan para pendahulu, serta mempererat kerja sama pertahanan maritim. (vit)
Editor : Nice Aprily