WARTALENTERA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tidak akan melancarkan serangan militer ke Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November 2026.
Pernyataan itu bertentangan dengan Pentagon yang mulai bersiap melancarkan serangan militer ke Iran selama tiga hari. Pentagon tengah menyiapkan rencana operasi militer intensif tersebut.
Baca juga: Iran Ajukan 5 Syarat untuk Hentikan Perang, Apa Saja?
Menurut laporan The New York Times, militer AS atas perintah Trump telah menyusun opsi serangan terhadap persenjataan rudal dan drone Iran, fasilitas energi, serta sejumlah lokasi militer lainnya. Pejabat senior keamanan nasional AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance membahas rencana tersebut dalam pertemuan di Camp David pada Jumat (2/10/2026), menurut sejumlah sumber yang mengetahui rincian usulan itu.
Rencana tersebut berfokus pada operasi singkat dan intensif selama sekitar tiga hari dengan sejumlah sasaran utama mencakup persenjataan rudal dan drone Iran yang sebagian telah dibangun kembali oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Fasilitas energi Iran serta pos komando dan markas IRGC juga masuk dalam daftar sasaran potensial, jelas laporan itu. Secara terpisah, Axios beberapa hari sebelumnya melaporkan Pentagon memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyelesaikan persiapan kemungkinan pelanjutan operasi tempur besar terhadap Iran. Namun, perintah tersebut tidak menetapkan tanggal serangan dan Trump belum mengambil keputusan final mengenai pelaksanaannya.
Baca juga: Presiden Bawa 'Oleh-Oleh' Setumpuk Perjanjian Bilateral
Disebutkan, Trump pada Kamis (8/10/2026) mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu 3 November, sembari menyebut upaya diplomatik dengan Teheran masih berlangsung.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Washington dan Teheran sedang melakukan “diskusi yang produktif”.
Baca juga: AS vs Iran Makin Panas, Kapal Induk Bersiap ke Timur Tengah
The New York Times juga melaporkan Trump dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menolak usulan untuk kembali melaksanakan operasi militer besar terhadap Iran, meski dia memerintahkan Pentagon menyiapkan opsi baru.
Sementara itu, tiga kapal induk AS diperkirakan berada di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan mendatang sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut. (vit)
Editor : Emi Haris