x wartalentera.com skyscraper
x wartalentera.com skyscraper

Beda Gejala Jantung Pria vs Wanita, Kenali Ciri-Cirinya

Editor :

WARTALENTERA-Penyakit jantung adalah penyebab kematian utama bagi pria dan wanita, namun, gejala jantung pada wanita seringkali berbeda dari pria. Bukan sekedar nyeri pada dada, tapi ada ciri pembedanya.

Mengenali tanda-tanda serangan jantung dan faktor risikonya bisa menyelamatkan nyawa Anda. Melansir laman Mayo Clinic, Jumat (4/4/2025), gejala jantung pada wanita tidak seperti pria pada umumnya, seperti

Pada wanita, gejala jantung bisa terasa mual atau nyeri ringan di leher dan punggung. Gejala serangan jantung pada wanita, meliputi:

- Nyeri atau ketidaknyamanan di leher, rahang, bahu, punggung atas, atau perut bagian atas;

- Sesak napas;

- Nyeri di satu atau kedua lengan;

- Mual atau muntah;

- Berkeringat berlebihan;

- Pusing atau kepala terasa ringan;

- Kelelahan yang tidak biasa;

- Rasa panas di dada;

Gejala ini sering muncul saat istirahat atau bahkan saat tidur. Stres emosional juga bisa memicu serangan jantung pada wanita.

Wanita lebih mungkin mengalami serangan jantung tanpa penyumbatan darah di arteri utama, kondisi ini disebut penyakit arteri koroner non-obstruktif. Selain itu, wanita juga lebih sering mengalami penyumbatan di pembuluh darah kecil yang memasok darah ke jantung, disebut penyakit jantung pembuluh kecil (small vessel heart disease) atau penyakit mikrovaskuler koroner.

Beberapa faktor serangan jantung yang lebih berpengaruh pada wanita, ketimbang pria, di antaranya:

- Merokok: Dampaknya lebih besar pada wanita dibanding pria.

- Kurang Aktivitas Fisik: Tidak berolahraga meningkatkan risiko penyakit jantung.

- Stres dan Depresi: Stres dan depresi lebih berpengaruh pada jantung wanita dibanding pria, dan bisa menyulitkan dalam menjaga gaya hidup sehat.

- Diabetes: Wanita dengan diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung daripada pria dengan diabetes. Diabetes juga bisa membuat serangan jantung terjadi tanpa gejala.

- Menopause: Penurunan hormon estrogen setelah menopause meningkatkan risiko penyakit jantung pembuluh kecil.

- Komplikasi Kehamilan: Tekanan darah tinggi atau diabetes saat hamil bisa meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

- Riwayat Keluarga: Jika ada keluarga yang mengalami penyakit jantung di usia muda, risikonya lebih tinggi pada wanita dibanding pria.

- Penyakit Autoimun: Penyakit seperti lupus dan skleroderma bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Wanita di bawah usia 65 tahun, terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, perlu lebih memperhatikan faktor risiko ini. (sic)

Berita Terbaru
Kamis, 29 Okt 2026 08:23 WIB

Pemerintah Singapura Panggil Perusahaan Terduga Pemicu Kabut Asap Lintas Batas

Pemerintah Singapura memanggil perusahaan yang diduga pemicu kabut asap lintas negara.
Rabu, 28 Okt 2026 11:03 WIB

Penghargaan Samkaryanugraha Diberikan Kepada 4 Satuan TNI AL

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan Samkaryanugraha kepada empat satuan TNI AL.
Rabu, 28 Okt 2026 09:04 WIB

Unjuk Rasa Mahasiswa BEM UI, Hindari Kawasan Monas dan Bundaran HI

Demo Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama koalisi masyarakat sipil berjalan tertib.
Selasa, 27 Okt 2026 22:06 WIB

Putra Daerah Ini Mampu Sabet Gelar Juara Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026

Pelajar SMAN 10 Galang, Batam Rempang meraih medali perunggu di Kejurnas Tinju Amatir Pertina 2026.
Senin, 26 Okt 2026 19:47 WIB

Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dengan daya tampung 122 ribu siswa.
Senin, 26 Okt 2026 13:01 WIB

Perkuat Tata Kelola Arus Saham, BEI Tambah Anggota HSC

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.