warta lentera great work
spot_img

Beri Rute Terbaik di Mudik Lebaran 2025, Google Maps Hadirkan Fitur Baru

Jasa Marga tambah radar traffic counting dari 149 titik menjadi 194 titik untuk menghitung volume kendaraan secara real time.

WARTALENTERA-Google Maps dukung arus mudik dan balik Lebaran 2025 dengan fitur terbaru. Berkolaborasi dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Korlantas Polri, dan Pemerintah, Google Maps kini dioptimalkan untuk memberikan informasi real-time yang akurat.

Sehingga para pengguna jalan tol dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kepadatan. Informasi lalu lintas memiliki peran vital dalam kelancaran perjalanan mudik.

Head Of Geo Partnership Google Indonesia Galuh Rohmah menyampaikan, melalui kolaborasi ini, pihaknya memastikan Google Maps tidak hanya menjadi alat navigasi. Tetapi juga pusat informasi strategis yang memberikan data lalu lintas terkini.

“Integrasi antara data operasional Jasa Marga dan pengawasan Korlantas Polri memungkinkan pengguna mendapatkan rute terbaik apabila sedang diberlakukan rekayasa lalu lintas serta prediksi kondisi jalan secara real-time. Sehingga perjalanan mudik dan balik Lebaran menjadi lebih aman dan lancar,” kata Galuh dalam keterangan persnya di Jakarta, dikutip Kamis (13/3/2025).

Kerja sama yang telah terjalin selama tiga tahun ini terus dikembangkan untuk menyempurnakan pelayanan di momen-momen istimewa seperti Idul Fitri 1446H/2025 serta Libur Natal dan Tahun Baru. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti menjelaskan, bahwa selama ini Jasa Marga telah memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Khususnya dalam penerapan Traffic Management hingga penyampaian informasi rekayasa lalu lintas berbasis safety, yakni menggunakan Traveler Information System melalui Dynamic Message Sign (DMS) dan mobile apps Travoy guna menghadirkan layanan yang optimal dan terintegrasi.

“Pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi mobile Travoy dan Dynamic Message Sign (DMS) yang terintegrasi dengan Google Maps, serta penggunaan aplikasi Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), menjadi kunci utama dalam mengelola data lalu lintas secara terpusat dan responsif,” ucap Fitri. Dia menambahkan, Jasa Marga juga telah menambah radar traffic counting dari 149 titik menjadi 194 titik untuk menghitung volume kendaraan secara real time.

Alat tersebut juga digunakan sebagai indikator pengambilan keputusan pelaksanaan rekayasa lalu lintas. Ditambah dengan CCTV deteksi insiden sebanyak 36 titik di ruas tol MBZ untuk percepatan deteksi kecelakaan.

Selain itu, terdapat fitur journey pada aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai asisten perjalanan, dengan menginformasikan kondisi lalu lintas, kendala-kendala selama di perjalanan, serta lokasi rest area terdekat.

Sementara itu, Kasubag Dalops Bag Ops Korlantas Polri AKBP Renaldi Oktavian menambahkan, bahwa layanan Google Maps akan membantu masyarakat mendapatkan informasi real-time terkait arus lalu lintas, termasuk pelaksanaan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way. “Google bisa memberikan informasi ataupun layanan kepada masyarakat, khususnya arus lalu lintas yang menggunakan jalan tol, arteri, dan penyeberangan. Dengan begitu, masyarakat akan terbantu dalam mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan rekayasa lalu lintas,” rincinya.

Selain itu, Korlantas Polri juga telah menyiapkan posko pengamanan, posko pelayanan, serta posko terpadu yang akan ditampilkan di peta Google untuk memudahkan para pemudik. “Kita juga sudah menyiapkan baik itu posko pengamanan posko pelayanan dan posko terpadu yang nanti juga akan tampil di peta Google kemudian Rumah Sakit kemudian rest area baik itu rest area yang di dalam tol maupun rest area di luar pintu tol yang mana itu akan dia informasikan melalui Google maps,” ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 6 April 2025.

“Kami melihat mulai dari H-10 hingga H+2, kendaraan yang masuk untuk mudik diprediksi akan mencapai puncaknya pada 20 Maret. Sedangkan untuk arus balik, puncaknya diperkirakan terjadi pada 6 April 2025,” jelas Lisye.

Sebagai upaya mendukung kelancaran mudik, Jasa Marga juga memberikan potongan tarif tol sebesar 20% untuk perjalanan dari Jakarta-Cikampek hingga Semarang. “Kami juga memberlakukan potongan tarif 20% untuk di ruas perjalanan dari Jakarta Cikampek sampai dengan Semarang, di rest area kami juga siapkan beberapa penambahan jalur keluar masuk kendaraan untuk bisa memudahkan kendaraan bersama polisi lalu lintas,” tuntasnya. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular