WARTALENTERA – Usai terpilihnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bitcoin pecahkan rekor tertinggi baru. Melansir Bloomberg, Selasa (12/11/2024), harga bitcoin telah melonjak sekitar 32% sejak pemilu AS pada 5 November dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD89.599 pada awal perdagangan Asia.
Kenaikan aset digital ini mengangkat nilai keseluruhan pasar kripto di atas puncaknya di era pandemi. Trump telah berjanji untuk membuat peraturan kripto yang lebih ramah dan Partai Republik memperketat cengkeramannya di Kongres untuk mendorong agendanya.
Janji lainnya termasuk menyiapkan tempat penyimpanan Bitcoin AS yang strategis dan meningkatkan penambangan token dalam negeri. Sikapnya merupakan terobosan tajam dari tindakan keras terhadap industri yang memecah belah oleh Komisi Sekuritas & Bursa (SEC) di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.
Menurut CoinGecko, pergeseran ini telah memberi energi pada pembelian spekulatif token besar dan kecil, serta meningkatkan nilai aset digital menjadi sekitar USD3,1 triliun. Kepala penelitian di Pepperstone Group, Chris Weston, menilai Bitcoin berada dalam mode beast.
“Pertanyaannya bagi para pedagang apakah masih ada ruang untuk mengejar permainan yang sedang panas-panasnya ini atau menunggu sedikit retracement dan beberapa panas keluar dari tren impulsif,” tulisnya. Di pasar opsi, para investor bertaruh bahwa Bitcoin akan melewati USS100.000 secepatnya pada akhir tahun, menurut data dari bursa Deribit.
Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menyampaikan, Bitcoin (BTC) baru saja menembus level tertinggi sepanjang sejarah, setara Rp1,28 miliar (asumsi kurs Rp15.691 per dolar AS) setelah permintaan terhadap ETF BTC spot AS melonjak setelah Donald Trump menangi Pilpres AS. Tokocrypto, sebagai salah satu perusahaan fintech aset kripto di Indonesia, menyampaikan, bahwa selama lima minggu hingga 8 November 2024, aliran masuk dana ke ETF BTC spot tercatat mencapai 7,56 miliar dolar AS atau setara Rp118,7 triliun.
Fyqieh menilai, harga Bitcoin yang terus melonjak disebabkan euforia pasar yang membuat masyarakat yakin Bitcoin bisa menyentuh angka USD100.000 dolar AS atau setara Rp1,57 miliar. “Sikap Trump yang mendukung BTC ini diyakini menciptakan keseimbangan pasokan dan permintaan baru, yang berpotensi mendongkrak permintaan terhadap Bitcoin,” kata Fyqieh dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Selasa (12/11/2024).
Sebagai informasi, ETF Bitcoin, atau Exchange-Traded Fund Bitcoin adalah sebuah produk keuangan yang memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam Bitcoin tanpa harus membeli dan menyimpan mata uang kripto tersebut secara langsung. Menurut Fyqieh, dampak kemenangan Trump bagi industri aset digital di AS menyatakan 54 dari 58 kandidat yang didukung super PAC kripto memenangkan kursi mereka.
Itu artinya, Kongres AS akan segera dipenuhi oleh para legislator yang menganggap kripto sebagai kelas aset unik yang seharusnya tidak diatur seperti saham dan obligasi. Ia menambahkan, pada 10 November lalu, Bitcoin naik 4,61 persen dan ditutup di 80.153 dolar AS, memperpanjang tren kenaikannya menjadi enam hari berturut-turut.
Aliran masuk ke ETF BTC-spot pada 11 November 2024 bisa menjadi penentu penting. “Jika aliran masuk kembali melonjak, Bitcoin bisa segera mencapai level 90.000 dolar AS, bahkan menuju 100.000 dolar AS. Banyak analis percaya bahwa permintaan institusi menjadi pendorong utama dalam kenaikan ini, dengan investor ritel kemungkinan ikut bergabung saat harga Bitcoin terus naik,” bebernya.
Meskipun demikian, ia menyakini, para pelaku pasar kripto juga memantau beberapa indikator ekonomi penting. Khususnya data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pekan ini, tepatnya pada 13 November 2024. (sic)


